Berita

demonstrasn hong kong/net

Dunia

Hari Ini, 7.000 Polisi Hong Kong Lakukan Pembersihan Demonstran

KAMIS, 11 DESEMBER 2014 | 04:50 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kepolisian  Hong Kong memperingatkan para demonstran bahwa pihaknya akan "membersihkan" kamp protes besar yang tersisa di pusat kota pada hari ini (Kamis, 11/12). Tindakan ini untuk mengakhiri gerakan pro-demokrasi yang telah menentang pemerintah selama lebih dari sepuluh pekan.

Jurubicara polisi Hong Kong, Cheung Tak-keung, mengatakan dalam konferensi pers, polisi akan menghapus blokade di kamp protes utama di kawasan kantor pemerintah, termasuk yang ada di jalan-jalan raya. Dia mendesak demonstran untuk mengepak barang-barang mereka dan meninggalkan kamp-kamp demonstrasi sesegera mungkin.

"Bagi mereka yang menolak untuk pergi, polisi akan mengambil tindakan penegakan hukum," katanya seraya menambahkan bahwa tindakan tersebut bisa berupa penangkapan, dikutip dari The New York Times.


Sebelumnya, lebih dari 100 demonstran ditangkap dalam waktu dua hari saat kepolisian membersihkan daerah-daerah protes. Tindakan ini mengakibatkan bentrokan antara demonstran dan polisi. pembersihan di kawasan perbelanjaan Mong Kok membuahkan kekerasan karena para demonstran berusaha merebut kembali wilayah mereka.

Pada Selasa sore, petugas pengadilan memasang pemberitahuan di sepanjang lokasi demonstrasi yang isinya meminta agar orang-orang tidak "mencegah atau menghalangi lalu lintas kendaraan yang lewat". Cheung mengatakan bahwa pelaku yang melanggarnya bisa diadili dalam tuduhan menghina pengadilan.

RTHK, lembaga penyiaran publik lokal, melaporkan bahwa total 7.000 polisi akan dikerahkan pada "pembersihan" hari Kamis.

"Polisi akan menggunakan tingkat kekuatan yang sebanding dengan tingkat resistensi para demonstran," kata juru bicara kepolisian.

Sedangkan di kamp protes, beberapa pemimpin gerakan demokrasi yang paling menonjol tampaknya masih belum siap untuk menyerah.

"Kami berharap dapat melihat Anda semua lagi pada Kamis pagi," kata Alex Chow, pemimpin Federasi Hong Kong Mahasiswa, salah satu dari dua kelompok mahasiswa utama di balik protes, menunjuk kepada kepolisian.

Dia mendesak para demonstranuntuk tetap berpegang pada prinsip mereka yaitu protes tanpa kekerasan.

Demonstrasi Hong Kong dimulai setelah Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional mengumumkan keputusannya membatasi pemilihan Kepala Eksekutif Hong Kong 2017. Komite Tetap mewajibkan komite nominasi untuk menyetujui paling banyak tiga kandidat pemilihan sebelum pemilihan umum dimulai.

Setelah pemilihan ini, Kepala Eksekutif terpilih masih perlu diangkat secara resmi oleh pemerintah pusat sebelum secara resmi memangku jabatan. Keputusan Komite Tetap juga menyatakan bahwa "Kepala Eksekutif" harus orang yang mencintai negara dan mencintai Hong Kong."

Aktivis pro-demokrasi menganggap persyaratan tersebut sebagai pelanggaran Deklarasi Bersama Tiongkok-Britania, yang menyatakan bahwa Kepala Eksekutif harus dipilih melalui pemilihan umum, dan Hukum Dasar Hong Kong, yang menyatakan bahwa pemilihan tersebut harus diadakan dengan hak pilih yang universal. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Harga Minyak Dunia Merangkak Naik ke 93 Dolar AS

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:17

TransNusa dan Tourism Malaysia Ajak Media Eksplorasi Penang, Perlis hingga Langkawi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:57

Rupiah Perpanjang Tren Positif di Jumat Pagi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:51

Strategi Mendapatkan Libur Panjang Saat Peringatan Maulid Nabi 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:46

OTT Rektor Unsoed, KPK Tangkap 14 Orang dan Amankan Uang Ratusan Juta

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:35

IHSG Naik ke 6.526,30, Saham Mayoritas Menguat

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:20

Salah Paham tentang Kembali ke UUD 1945

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:06

Kebutuhan Pangan Pengungsi NTT Dipastikan Terpenuhi, Stok Beras 39 Ribu Ton

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:00

Bursa Asia Merah Tergusur Sentimen Wall Street

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:58

Terjaring OTT KPK, Rektor Unsoed Diduga Terkait Korupsi PMB

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:49

Selengkapnya