Berita

maemun zubair/net

Politik

Mbah Moen: PPP yang Sah di Bawah Kepemimpinan Djan Faridz

KAMIS, 11 DESEMBER 2014 | 02:23 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pimpinan Djan Faridz hasil Muktamar di Jakarta membuka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) pertama mereka di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta pada Rabu malam (10/12).

Turut hadir dalam acara tersebut adalah sesepuh yang dihormati kedua kubu yang bertikai di internal PPP, yaitu Ketua Dewan Syariah PPP KH Maemun Zubair atau biasa disapa dengan Mbah Moen.

"Ada undangan Mukernas yang dilakukan oleh DPP. Makanya saya hadir," ujar Mbah Moen kepada wartawan sebelum acara Mukernas dimulai, di Hotel JS Luwansa.


Mbah Moen juga mengaku sudah memberikan nasihat kepada Ketua Umum PPP, Djan Faridz, untuk lebih terbuka melihat kondisi politik terkini.

"Harus lebih terbuka dengan kondisi saat ini," jelasnya.

Sementara mengenai dualisme di tubuh PPP, Mbah Moen berpendapat bahwa islah adalah jalan terbaik bagi kedua kubu, baik kubu Djan Faridz maupun kubu Romahurmuziy.

Meski begitu, KH. Maimun Zubair menegaskan bahwa Muktamar Jakarta sebagai muktamar yang sah dan konstitusional. Pasalnya, muktamar yang mengesahkan Djan Faridz sebagai Ketua Umum PPP itu merupakan hasil keputusan Mahkamah Partai.

"Bahwa Muktamar yang ada ini adalah satu-satunya Muktamar yang diputuskan oleh Mahkamah Partai, jadi saya mengikuti. Jadi Mahkamah Partai memutuskan Muktamar yang sah tanggal 30 Oktober itu (di Jakarta)," ujar Mbah Moen.

Lebih jauh, ia berpesan agar PPP terus menjunjung tinggi azas Islam. Namun, bukan berarti PPP bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara Islam.

"Tapi tetap Indonesia adalah negara kita miliki bersama. Kewajiban partai ini bahwa agama mewajibkan ada kelompok yang amar maruf nahi munkar," tandasnya. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya