Berita

djan faridz/net

Politik

Djan Faridz Merasa Posisi Hukumya Menguntungkan

KAMIS, 11 DESEMBER 2014 | 01:14 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang digelar pada 30 Oktober hingga 2 November di Hotel Sahid, Jakarta, adalah Muktamar yang sah dan berdasarkan keputusan Mahkamah Partai.

Begitu inti pidato Ketua Umum PPP hasil Mutamar Jakarta, Djan Faridz, saat sambutan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) pertama PPP di Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta (Rabu, 10/12).

"Itulah posisi Muktamar di Jakarta, di bawah kepemimpinan Djan Faridz. Posisi hukum PPP sekarang dalam pengadilan yang menguntungkan posisi kita," tegasnya.


Djan Faridz menjelaskan, putusan gegabah pemerintah yang mengabaikan perintah hukum dengan mengeluarkan SK Menkumham, berhasil digugat lewat Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Artinya, kubu Djan Faridz adalah pemimpin sah PPP.

"Alhamdulillah, PTUN mengabulkan permohonan kita," tegasnya.

PTUN mengabulkan gugatan tertanggal 6 November 2014 melalui surat keputusan Nomor 217/G/2014/PTUN-JKT. Dalam putusannya itu, memerintahkan kepada tergugat (kubu Romahurmuziy alias Romi) untuk menunda pelaksanaan SK Menkumham RI Nomor M.HH 07.AH.11.01 Tahun 2014 tanggal 28/10/14 tentang Pengesahan Perubahan Susunan Kepengurusan DPP PPP, selama proses pemeriksaan perkara berlangsung, sampai dengan putusan dalam perkara memperoleh kekuatan hukum tetap.

Sementara itu, sejumlah elite dari partai hadir dalam Mukernas ini seperti Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Akbar Tanjung, dan Ketua DPP PAN Ahmad Bakrie.

Sedang jajaran elite PPP yang hadir adalah mantan Ketua Umum Suryadharma Alie dan tokoh sepuh Ketua Majelis Syariah PPP KH Maimun Zubair atau yang akrab disapa Mbah Moen. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya