Berita

Rambe Kamarul Zaman/net

Politik

Rambe: Golkar Belum Putuskan Menolak Perppu Pilkada!

JUMAT, 05 DESEMBER 2014 | 17:30 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Petinggi DPP Golkar, Rambe Kamarul Zaman, membantah persepsi dan pemberitaan yang menyebutkan bahwa Partai Golkar telah memutuskan menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) yang mengatur Pemillihan Kepala Daerah secara langsung.

Sebagai salah satu dewan pengarah Musyawarah Nasional (Munas) IX Partai Golkar di Bali beberapa waktu lalu, Rambe tegaskan bahwa tidak ada keputusan Munas yang menolak Perppu bikinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu.

"Itu hanya aspirasi berkembang yang banyak di Munas. Munas tidak dalam kapasitas bisa menerima atau menolak," tegas Rambe dalam talkshow live di Kompas TV beberapa saat lalu (Jumat petang, 5/12).


Dia jelaskan bahwa pada saat pandangan umum di Munas berkembang aspirasi dari pengurus daerah-daerah menyoal Perppu nomor 1 dan Perppu nomor 2.

"Di komisi-komisi ini juga muncul. Sampai paripurna di Munas juga muncul. Pak ARB (Aburizal Bakrie) menjelaskan, saat itu tak ada hak Munas menerima atau menolak, tapi aspirasi ini akan disampaikan ke DPP lalu DPP akan menyampaikan ke fraksi di DPR," ujar Ketua Komisi II DPR RI ini.

Ditegaskannya, penolakan terhadap Perppu Pilkada adalah usulan peserta Munas atau pimpinan Golkar dari seluruh kabupaten, kota dan seluruh pimpinan Golkar di provinsi-provinsi.

"Aspirasi daerah itu tentu akan diperjuangkan oleh fraksinya di DPR. Berhasil atau tidak tentu akan ada komunikasi-komunikasi," tegas Rambe.

Seperti diketahui, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie sempat menyinggung soal Perppu itu saat memberikan tanggapan terhadap pandangan umum dalam Musyawarah Nasional IX Partai Golkar, di Ballroom Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Selasa (2/12).

Dalam pandangan Rambe, saat itu Aburizal alias Ical tidak membuat pernyataan final bahwa Golkar menolak Perppu tentang Pemilihan Kepala Daerah. Ical hanya meminta hal itu dinegosiasikan Fraksi Golkar di DPR RI. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Harga Minyak Dunia Merangkak Naik ke 93 Dolar AS

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:17

TransNusa dan Tourism Malaysia Ajak Media Eksplorasi Penang, Perlis hingga Langkawi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:57

Rupiah Perpanjang Tren Positif di Jumat Pagi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:51

Strategi Mendapatkan Libur Panjang Saat Peringatan Maulid Nabi 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:46

OTT Rektor Unsoed, KPK Tangkap 14 Orang dan Amankan Uang Ratusan Juta

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:35

IHSG Naik ke 6.526,30, Saham Mayoritas Menguat

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:20

Salah Paham tentang Kembali ke UUD 1945

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:06

Kebutuhan Pangan Pengungsi NTT Dipastikan Terpenuhi, Stok Beras 39 Ribu Ton

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:00

Bursa Asia Merah Tergusur Sentimen Wall Street

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:58

Terjaring OTT KPK, Rektor Unsoed Diduga Terkait Korupsi PMB

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:49

Selengkapnya