Berita

jokowi-sby

Politik

Ketua DPP Gerindra: Penolakan Perppu Bikinan SBY Untungkan Jokowi

JUMAT, 05 DESEMBER 2014 | 12:37 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Sebetulnya, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) diuntungkan oleh sikap Ketua Umum DPP Partai Golkar, Aburizal Bakrie alias Ical dan partainya.

Ical yang menginstruksikan Fraksi Golkar di DPR RI menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota yang diajukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjelang akhir masa jabatannya.

Hal itu dikatakan Ketua DPP Partai Gerindra, F.X. Arief Poyuono, kepada wartawan, Jumat (5/12).


"Keputusan Munas Partai Golkar menolak Perppu sangatlah tepat dan  punya impact  terhadap  efisiensi APBN. Sebab, sepanjang tahun, dana yang dikeluarkan pemerintah  untuk Pilkada Langsung sebesar 70 triliun. Artinya, jika dibagi 5 tahun setiap tahunnya  14 triliun dihabiskan untuk Pilkada langsung yang banyak mudaratnya daripada manfaatnya bagi rakyat," kata Arief.

Menurut dia, rencana menggelar "Pilkada tidak langsung" harus diapresiasi pemerintah yang sedang melakukan program efisiensi APBN, dan itu ditunjukkan presiden ketika menggunakan pesawat komersial kelas ekonomi dalam kunjungan kerja ke daerah. Juga lewat larangan rapat bagi pejabat publik dan BUMN di hotel-hotel.

"Jika dari penghematan Pilkada didapat 30 triliun rupiah, setiap tahun bisa dibangun 20 pelabuhan laut baru dengan biaya 1,5 triliun rupiah per pelabuhan. Maka, selama 5 tahun di era Jokowi dibangun 100 pelabuhan yang bisa mendukung program Poros Maritim," ujarnya.

Jika Jokowi dan PDIP bisa melihat peluang ini, lanjut Arief, seharusnya mereka mendukung penolakan Perppu nomor 1 Tahun 2014. Efek positif dari keberhasilan pembangunan 100 pelabuhan modern oleh pemerintah akan menciptakan efisiensi ekonomi Indonesia dan lapangan kerja .

"Di Pemilu 2019, PDIP bisa menaikkan perolehan suaranya dan Jokowi bisa terpilih tanpa harus membobol bank seperti kasus Bank Century, dan berbuat curang. Perlu dicatat, selama SBY memimpin, Pilkada Langsung hanya menghasilkan inefisiensi ekonomi. Tidak ada pelabuhan baru yang dibangun," ungkap Arief. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya