Berita

Bisnis

Ical Benar-benar Sudah Bangkrut?

KAMIS, 04 DESEMBER 2014 | 22:27 WIB | LAPORAN:

. Karier Aburizal Bakrie di bidang politik memang moncer. Dia baru saja terpilih kembali sebagai ketua umum Golkar untuk periode kedua. Tapi, kondisi berbeda terjadi dalam bisnisnya. Sudah empat tahun lebih Ical, sapaan Aburizal Bakrie, terlempar dari kelompok orang-orang terkaya di Indonesia.

Kemarin, Majalah Forbes meliris daftar 50 orang terkaya di Indonesia. Namun, dari deretan nama itu, tidak ada Ical. Padahal, pada 2009, Ical bertengger di urutan keempat dengan total kekayaan sebesar 2,5 miliar dolar AS. Pada tahun 2010, Ical juga masih berada di 10 besar dengan total kekayaan sebesar 2,1 miliar dolar AS.

Di tahun 2011, Ical mulai terlempar ke urutan 30 dengan total kekayaan tinggal 890 juta dolar AS. Sejak 2012 hingga sekarang, Ical benar-benar sudah terlempar. Namanya tidak pernah muncul di daftar 50 orang terkaya Indonesia.


Saham-saham Ical di bursa efek juga rontok. Dalam perdagangan kemarin, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) diperdagangkan antara Rp 77-79 per lembar. Lembaga pemeringkat internasional Standard and Poor's menurunkan peringkat utang jangka panjang perusahan tambang ini menjadi default alias gagal bayar. Jika dibandingkan dengan harga saham akhir tahun lalu, saham BUMI anjlok sampai 73 persen.

Saham-saham Bakrie di perusahaan lain lebih tragis. Bakrie Sumatra Plantation (UNSP), Darma Henwa (DEWA), Bakrieland Development (ELTY), dan Bakrie Brothers (BNBR) sudah masuk kelompok gocap” alias hanya dijual Rp 50 per lembar.

Analis pasar modal Willy Sanjaya melihat, anjoknya harga saham-saham grup Bakrie, karena dalam beberapa waktu terakhir Ical terlalu konsentrasi dalam dunia politik. Bisnis-bisnisnya jadi terbengkalai.

"Kemarin-kemarin Pak Ical kan fokus pada pencapresan. Akibat fokus dalam politik ini otomatis bisnisnya kehilangan konsentrasi," ucapnya.

Nah, setelah terpilih kembali sebagai ketua umum Golkar, Ical mungkin akan konsentrasi lagi dalam mengurus bisnis.

"Setelah jadi ketua umum lagi, Pak Ical menjadi punya ketenangan dan punya ketetapan. Dia harus memanfaatkan waktu panjang pemerintahan Pak Jokowi untuk kembali membangun kerajaan bisnisnya," ucapnya.

Willy yakin, kalau Ical konsentrasi lagi, saham-saham Bakrie bisa rebound. Terlebih, saham-saham Bakrie pernah menyentuh angka Rp 8.800 per lembar.

"Astra juga dulu pernah terjungkal. Jadi, mereka pasti berusaha bangkit. Kreditur juga tidak mau kehilangan uangnya begitu saja," tandasnya.[dem]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya