Berita

dwi soetjipto/net

Politik

Dirut Pertamina Harus Kuat Hadapi Tekanan Partai Politik Berkuasa

RABU, 03 DESEMBER 2014 | 14:43 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Di masa kepemimpinan Karen Agustiawan, Pertamina di sektor hulu migas berhasil meningkatkan produksi minyaknya dari 121.000 barel per hari pada 2010 menjadi 224.000 barel per hari pada 2013.

Di sektor hilir, Pertamina memperkokoh penguasaan pangsa pasar BBM non subsidi dan pelumas di pasar domestik dan gencarnya ekspansi pasar beberapa produk seperti aviasi, pelumas dan BBM (bahan bakar minyak) industri ke luar negeri.

Demikian dikatakan Koordinator Indonesia Energy Watch (IEW), Syarif Rahman Wenno, dalam rilisnya, Rabu (3/12).


Di masa Karen juga, ekspor pelumas produk Pertamina telah berhasil menembus 24 negara dan tetap memperkokoh penguasaan pangsa pasar dalam negeri sebesar 65 persen. Dari sisi kinerja perusahaan, tahun 2009 ketika Karen baru memimpin, pendapatan Pertamina masih sebesar Rp 378,35  triliun. Tahun 2013 sudah naik hampir dua kali lipat menembus angka Rp 743,11 triliun. Bahkan laba bersih Pertamina selama era Karen berhasil naik dari Rp 15,8 triliun pada 2009 menjadi Rp 32,05 triliun pada 2013 lalu atau naik 102,89 persen.

"Capaian-capaian tersebut merupakan progress yang  luar biasa di tengah tren penurunan produksi minyak nasional," kata Syarif Rahman Wenno, dalam rilisnya, Rabu (3/12).

Sedangkan kini, ada beberapa tantangan yang akan dihadapi Direktur Utama PT. Pertamina yang baru, Dwi Soetjipto. Pertama, Dwi harus piawai dalam mengorganisir Pertamina sehingga menjadi perusahan bertaraf global. Menurut Syarif, ini bukan pekerjaan yang sederhana.

Kedua, kemampuan untuk melakukan koordinasi dan negosiasi dengan parlemen. Pertamina mau tidak mau akan selalu terseret dalam masalah politik terkait perencanaan dan realisasi APBN, khususnya tentang keberadaan subsidi BBM (bahan bakar minyak). Di sini, Pertamina menghadapi dilema serius terkait kepada siapa seharusnya BBM itu diperuntukkan, karena banyak penyelundupan terjadi dan target subsidi yang tidak tepat. Padahal ini ranah pemerintah.

Masalah ketiga, dalam banyak kasus pimpinan BUMN sering dijadikan sapi perahan bagi partai politik atau partai berkuasa. Dan ini sering menjadikan hubungan Pertamina dan pemerintah panas dingin dalam mengekspresikan segala kebijakan Pertamina sebagai sebuah perusahaan bisnis.

"Dari sekelumit masalah yang dihadapi maupun nanti akan dihadaai, idealnya pengganti Karen Agustiawan ini (Dwi Sutjipto) setidaknya memiliki kompetensi di bidang energi dan terbiasa menghadapi tekanan politik, apalagi di sektor hulu yang sangat rentan diobrak-abrik oleh berbagai kepentingan politik bisnis," tandasnya. [ald]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Peristiwa Anak Bunuh Diri di NTT Coreng Citra Indonesia

Selasa, 03 Februari 2026 | 05:38

SPPG Purwosari Bantah Kematian Siswi SMAN 2 Kudus Akibat MBG

Selasa, 03 Februari 2026 | 05:20

Perdagangan Lesu, IPC TPK Palembang Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Selasa, 03 Februari 2026 | 04:59

Masalah Haji yang Tak Kunjung Usai

Selasa, 03 Februari 2026 | 04:42

Kilang Balongan Perkuat Keandalan dan Layanan Energi di Jawa Barat

Selasa, 03 Februari 2026 | 04:21

Kemenhub: KPLP Garda Terdepan Ketertiban Perairan Indonesia

Selasa, 03 Februari 2026 | 03:59

BMM dan Masjid Istiqlal Luncurkan Program Wakaf Al-Qur’an Isyarat

Selasa, 03 Februari 2026 | 03:40

Siswa SD Bunuh Diri Akibat Pemerintah Gagal Jamin Keadilan Sosial

Selasa, 03 Februari 2026 | 03:13

Menguak Selisih Kerugian Negara di Kasus Tata Kelola BBM

Selasa, 03 Februari 2026 | 02:59

Rencana Latihan AL Iran, China dan Rusia Banjir Dukungan Warganet RI

Selasa, 03 Februari 2026 | 02:40

Selengkapnya