Berita

Publika

Pemda DKI Perlu Evaluasi Rencana Reklamasi Teluk Jakarta

RABU, 03 DESEMBER 2014 | 13:09 WIB

PEMERINTAH DKI Jakarta dinilai perlu untuk melakukan evaluasi atas rencana reklamasi pantai Teluk Jakarta yang merupakan pengembangan dari proyek tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall. Untung rugi atas pembangunan mega proyek yang akan menelan biaya besar ini perlu dipertimbang secara lebih matang.

Reklamasi pantai yang merupakan program pembangunan Terpadu Pesisir Ibu Kota Negara (National Integrated Coastal Development) yang berencana membangun 17 pulau buatan dari rekalmasi yang akan di lakukan ini.

Sebagai negera bahari, wilayah pesisir merupakan potensi besar yang menjadi aset bangsa dengan seluruh kekayaaan alam di dalamnya dengan fungsi ekologis yang tidak terhingga. Sangat disayangkan kawasan ini terancam dengan berbagai kebijakan pembangunan, seperti rencana proyek reklamasi tersebut.


Menurut pemberitaan media, sebanyak tujuh korporasi besar siap ikut ambil bagian dalam pembangunan proyek fantastis ini. Sejumlah pengembang properti telah berkomitmen menggarap pembangunan mega proyek reklamasi dan pengembangan lahan baru di Pantai Utara Jakarta, pengembang akan membangun 17 pulau buatan yang saling terhubung dengan daratan.

Dampak yang ditimbulkan dari reklamasi pantai akan berkaitan langsung dengan lingkungan hidup di Jakarta dan sekitarnya sebagai akibat dari proyek ini. Salah satunya akan mematikan profesi nelayan pesisir. Ketika pulau hasil rekalamasi itu menjadi kawasan elit, tidak menutup kemungkinan juga rumah para nelayan nantinya akan disingkirkan secara perlahan.

Selain merusak lingkungan, reklamasi juga berdampak pada kualitas air Teluk Jakarta, lingkungan sumber material, biota laut hingga dampak sosial lainnya. Bahkan jika reklamasi dilakukan dapat pula berakibat pada peningkatan ketinggian air laut yang bisa mengancam Kota Jakarta itu sendiri.  

Setiap pembangunan kota perlu diukur manfaat serta dampaknya bagi warga, begitu juga dengan rencana reklamasi. Siapa yang nantinya akan menangguk keuntungan dan siapa pula yang akan menanggung dampak buruknya. Karena kota dibangun untuk warganya, bukan untuk segelintir elite maupun pebisnis.

Semoga Pemrov DKI dapat meninjau kembali tentang rencana pembangunan reklamasi ini, apa pun pembangunan yang dilakukan diharapkan dapat berpihak pada kepentingan rakyat. Jangan sampai rakyat menjadi korban dari sebuah pembangunan yang direncanakan. Terimakasih



Donk Ghanie

Pamulang Permai I Tangerang Selatan, Banten
HP: 082125388xxx  
Email: ghaniedonk@gmail.com

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Matador Pulangkan Belgia di Menit Akhir

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:14

Pengadaan Batu Bara Belum Tentu Penyebab Blackout Sumatera

Sabtu, 11 Juli 2026 | 04:05

Ijazah Asli Jokowi Dipastikan Sama seperti Unggahan Dian Sandi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:45

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Jampidsus Febrie Resmi Mundur

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:23

Antara VAR dan Tuduhan Argentina Anak Emas FIFA

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:02

Pemerintah Dukung Kortastipidkor Usut Tuntas Perkara Korupsi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:35

Pernyataan Febrie Dinilai Upaya Kendalikan Narasi di Tengah Deretan Fakta

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:33

Demo Copot Jampidsus Febrie

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:24

Akademisi University Swedia Teliti Penanggulangan Bencana PMI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 02:11

Selengkapnya