Berita

Yuddy Chrisnandi

Bisnis

Menteri Yuddy Larang PNS Rapat Di Hotel Dan Dinginkan AC

Mau Lunasi Utang Luar Negeri Rp 1.000 Triliun & Genjot Pajak Rp 600 Triliun
RABU, 03 DESEMBER 2014 | 08:41 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Menteri PAN-RB Yuddy Chrisnandi akan menggeber penghematan anggaran di berba­gai lembaga negara atau kemen­terian baik di pusat maupun daerah. Langkah ini akan dila­kukan secara terstruktur dan akan dievaluasi setiap enam bulan sekali.

Sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan meneliti satu per satu anggaran guna memastikan penggunaan anggaran telah sesuai. Langkah ini salah satunya untuk me­ngurangi defisit di APBN serta mem­bayar utang luar negeri. "Semuanya kita teliti satu per satu, kita cek satu per satu. Itu ada indikasi boros langsung dipotong, tapi saya melihat ada keinginan yang kuat dari birokrasi kita untuk memperbaiki. Dari yang sudah baik menjadi lebih baik, dan naik lagi," katanya usai upacara peringatan HUT ke-43 Korpri di Monas, Senin (1/12).

 Ditegaskan, pemotongan anggaran pun tak perlu dipubli­kasikan. Jika memang perlu dipo­tong, lanjutnya, maka anggaran negara akan langsung dikurangi.


 Untuk itu, Yuddy mengaku telah membentuk program Gera­kan Penghematan Nasional yang memiliki payung hukum. Ge­rakan ini dilakukan dalam berbagai bentuk seperti penghe­matan penggunaan sarana dan prasarana kerja, hingga larangan PNS untuk menggelar rapat di hotel.

Sesuai perin­tah Presiden  untuk melaksana­kan gerakan penghe­matan na­sional, seluruh apa­ratur ne­gara diinstruksikan untuk melakukan penghematan, mulai dari peng­gunaan listrik, perjala­nan dinas, penggunaan produksi lokal, hingga ke­seder­hanaan hidup,” kata Yuddy.

Dia mengatakan juga dalam surat edaran tersebut diatur me­ngenai penghematan penggunaan pendingin ruangan dengan meng­atur suhu pendingin rua­ngan paling rendah 24 derajat Celcius alias tak boleh terlalu dingin, penggunaan telepon, air, alat tulis kantor (ATK) dan penggunaan kenda­raan dinas yang hanya diperun­tukkan untuk kepentingan dinas. Untuk tahun 2015, Jokowi meminta tambahan se­toran pajak Rp 600 triliun dari target tahun 2014. Dan akan membayar utang luar negeri Rp 1.000 triliun. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya