Berita

Penguatan Konsep Politik dan Ekonomi Harus Jadi Perhatian Kaum Muda Indonesia

SELASA, 02 DESEMBER 2014 | 10:21 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Mahasiswa harus masuk pemerintahan untuk mengubah wajah Indonesia khususnya dalam memperbaharui kondisi perpolitikan nasional sehingga menjadi lebih baik. Selain itu, aktivis muda juga diharapkan mampu menjawab kepemimpinan dan tantangan zaman dengan banyak belajar dari kemajuan pemuda di negara lain.

"Di Tiongkok pemudanya dipengaruhi intervensi negara sehingga jenjang karir kepemimpinannya jelas. Partai politik di sana memiliki seleksi, jenjang karir dan distribusi kekuasaan kepemimpinan yang baik dengan mengarusutamakan kaum muda, " tegas Asisten Deputi Tenaga Kepemudaan Kemenpora, Hamka Noer dalam Workshop Strategi Pengembangan Kepemudaan Indonesia di Universitas Indonesia Salemba Jakarta, kemarin (Senin, 1/12).

Hamka menambahkan faktor lainnya yang mempengaruhi situasi kekinian pemuda adalah pendidikan kepemimpinan pemuda. Dalam hal ini, Kemenpora berusaha memfasilitasi dua nilai strategis kepemimpinan pemuda dengan menyediakan dana beasiswa untuk kepemimpinan dan kewirausahaan.


"Penguatan konsep politik dan ekonomi harus terus menjadi perhatian kaum muda Indonesia. Ini penting agar strategi pengembangan kepemudaan lebih terarah sehingga menghasilkan banyak politisi dan entrepreneur muda yang mampu menjayakan Indonesia, " tegasnya dalam keterangan yang diterima redaksi.

Sementara itu, Gurubesar UI Ridwan Maksum yang juga menjadi pembicara menilai kebijakan negara harus mampu melindungi dan berkontribusi aktif dalam mengembangkan pemuda. Untuk itu, strategi pengembangan kepemudaan harus mampu menjadi narasi dan menjawab tantangan kepemimpinan masa depan Indonesia.

"Tantangan kepemudaan di masa depan adalah persoalan ketenagakerjaan untuk kaum muda. Angkatan tenaga kerja Indonesia harus mampu melahirkan wirausahawan muda yang harus disiapkan secara holistik, sistematis dan multisektor, " tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Program Pasca Sarjana Ketahanan Nasional UI, Margaretha Hanita menerangkan tantangan kepemudaan Indonesia saat ini adalah meminimalisir dampak buruk dari adanya globalisasi. Ini penting sebab globalisasi membuat anak muda Indonesia sekarang dilanda krisis identitas, krisis ideologi dan masih tingginya angka trafficking di dunia internasional yang melibatkan pemuda.

"Maka anak muda khususnya mahasiswa harus kembali ke Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pemuda harus memiliki jiwa pengabdian, berkontribusi positif dan berkarakter agamis serta Pancasilais, " tutupnya. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya