Berita

Otomotif

Tokoh Otomotif Terima Anugerah IMI Award 2014

SENIN, 01 DESEMBER 2014 | 17:32 WIB | LAPORAN:

Ikatan Motor Indonesia (IMI) menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) keempatnya di Jakarta, pada 28 November lalu. Dalam Rakernas yang dibuka oleh Menpora, Imam Nahrawi itu, sejumlah tokoh di bidang otomotif menerima anugerah IMI Award 2014.

Mereka diantaranya adalah Helmi Sungkar yang menerima award untuk kategori Life Time Achievement. Sedangkan untuk kategori Tokoh Peduli Otomotif penghargaan diberikan kepada Tinton Soeprapto dan Andi Syamsudin Arsya.

Di samping itu, sederet nama pembalap yang telah berkiprah di ajang nasional dan mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional, juga menerima award yang diserahkan oleh Ketua Umum IMI Komjen Pol (Purn) Nanan Sukarna.


"Melalui penganugerahan ini diharapkan bisa memacu peningkatan prestasi para pembalap, baik di kancah nasional mapun internasional," ujar Nanan dalam siaran persnya, Senin (1/12).

Mantan Wakapolri itu juga mengungkapkan, Rakernas IMI yang diikuti oleh 33 Pengprov IMI dari seluruh Indonesia itu mengambil tema Soliditas dan Sinergitas Mewujudkan Kredibilitas dan Reputasi IMI.

Dia menambahkan, Rakernas juga menelurkan sejumlah kesepakatan diantaranya berkaitan dengan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX tahun 2016 mendatang. Menurutnya, IMI akan terus mendorong agar PON yang akan berlangsung di Jawa Barat 2016 itu mempertandingkan 4 kelas balap mobil dan 4 kelas balap motor grasstrack.

"Kami bertekad untuk lebih solid ke depan sebagai salah satu bentuk dukungan kepada pemerintah. Kami ingin di PON nanti grasstrack bisa masuk sebagai yang diperlombakan," kata Nanan.

Grasstrack adalah sebuah ajang balapan yang menggunakan track tanah. Di mana grasstrack berbeda dengan ajang balapan motocross. Grasstrack membatasi kapasitas mesin motor pada 110 hingga 125 cc. Umumnya pembalap grasstrack adalah para pembalap liar, dalam artian bukan berasal dari sekolah atau klub balap. [ald]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya