Berita

susi pudjiastuti

Politik

Menteri Susi: Kampanye Makan Ikan di Media Harus Gratis!

SENIN, 01 DESEMBER 2014 | 16:53 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ternyata, ancaman Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, tidak mau diwawancarai jika media massa tidak mau mengkampanyekan makan ikan dan anti pencurian ikan, bukan ancaman main-main.

Di hadapan para pimpinan media massa ketika acara Chief Editors Meeting di Gedung Mina Bahari III, Jakarta, Senin siang (1/12), Susi menegaskan keseriusannya. Ancaman pertama ia lontarkan kemarin, saat acara perayaan Hari Ikan Nasional, di Jakarta.

Menurutnya, ikan adalah kekayaan hayati yang paling baik untuk dikonsumsi. Manusia Indonesia harus digerakkan lebih rajin makan ikan. Bukan hanya karena lautan Indonesia punya kekayaan ikan yang melimpah, tapi juga karena kandungan protein dan sumber energi lain yang tinggi di dalamnya.


"Kalau cuma karbohidrat, itu enggak bikin pintar, yang ada (bikin) ngantuk kita," ucapnya berseloroh, disambut tawa hadirin.

Dia yakin, satu menit saja media massa televisi mau mengkampanyekan makan ikan dan anti pencurian ikan maka efeknya akan sangat besar. Dia menegaskan, kampanye atau iklan itu mestinya dipublikasikan gratis.

"Masa iya kampanye makan ikan saja harus bayar. KKP (kementerian kelautan dan perikanan) enggak kuat uangnya. Mending uangnya buat beli jaring nelayan," lontar Susi.

Dengan nada canda, dia menyentil dua bos besar media massa nasional, Surya Paloh dan Harry Tanoesdibjo, yang pasti rela medianya memberikan ruang cuma-cuma untuk kampanye makan ikan dan anti illegal fishing.

"Kampanye makan ikan harus dipublikasikan di media-media gratis. Masa sih Pak Surya Paloh dan Hary Tanoe nggak mau kampanyekan makan ikan dan no more illegal fishing?" lontarnya sambil tersenyum. [ald]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Polda Riau Bongkar Penampungan Emas Ilegal

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:17

Istana: Perbedaan Pandangan soal Board of Peace Muncul karena Informasi Belum Utuh

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:12

Sekolah Garuda Dibuka di Empat Daerah, Bidik Talenta Unggul dari Luar Jawa

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:05

Menag: Langkah Prabowo soal Board of Peace Ingatkan pada Perjanjian Hudaibiyah

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:39

Ini Respons Mendikti soal Guru Besar UIN Palopo Diduga Lecehkan Mahasiswi

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:35

Polri Berduka Cita Atas Meninggalnya Meri Hoegeng

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:13

Demokrat Belum Putuskan soal Dukungan ke Prabowo pada 2029

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:02

MUI Apresiasi Prabowo Buka Dialog Board of Peace dengan Tokoh Islam

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:55

Jenazah Meri Hoegeng Dimakamkan di Bogor

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:53

PPATK Ungkap Perputaran Uang Kejahatan Lingkungan Capai Rp1.700 Triliun

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:46

Selengkapnya