Berita

Ada 1,5 Juta Yahudi di Indonesia?

SENIN, 01 DESEMBER 2014 | 03:38 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Hegemoni Israel di dunia internasional sudah tidak dapat dibendung lagi. Tidak ada satu pun bagian di planet bumi ini yang tidak mendapat pengaruh Yahudi.

"Bahkan di Indonesia, terdapat sekitar 1,5 juta bangsa Yahudi," papar Mutaaali jelas Direktur Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam (PKTTI) Universitas Indonesia (UI), Dr. Abdul Mutaali, dalam keterangan persnya (Minggu, 30/11).

"Siapa yang tidak kenal dengan pendiri facebook, Marck Zuckenberg, yang berdarah Yahudi? Kita tahu, sosial media (sosmed) facebook telah digunakan oleh 70 juta orang di Indonesia untuk bersosialisasi satu sama lain," sambungnya.


Menurutnya, bangsa Yahudi di Indonesia bukan "anak kecil" lagi. Mereka memiliki jaringan organisasi yang rapi serta pembinaan kader secara disiplin melalui liqo'-liqo' atau pengajian-pengajian teratur. Apalagi, mereka sudah berani merayakan Hari Kelahiran negara Israel. Hal ini jelas menunjukkan eksistensi Yahudi di Indonesia.

Di dunia internasional, Israel bersekutu erat dengan Negeri Paman Sam, Amerika Serikat (AS). Perseketuan tidak suci (unholly alliance) itu meliputii bidang politik, ekonomi, HAM, media, PBB dan Amerika Serikat (AS). "AS mustahil bersikap adil terhadap Palestina. Namun, negara-negara Islam juga mustahil mengerem kebiadaban Israel tanpa peran serta AS," ungkapnya.

Terkait hegemoni Israel ini, Mutaali pun teringat kisah almarhum mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ketika mengikuti acara yang digelar Shimon Peres Foundation di New York, AS.

Dalam pertemuan konferensi itu, Gus Dur tiba-tiba keluar dari konferensi. Keluarnya Gus Dur ini tentu diikuti seluruh peserta konferensi dari Indonesia, termasuk istrinya, ibu Shinta Nuriyah.

Shinta pun bertanya kepada Gus Dur: Kenapa keluar dari konferensi? Gus Dur menjawab: "Kalau kita terus ikut dalam konferensi itu, saya khawatir Indonesia terkena adzab Allah SWT," jelas Mutaali.

Hal ini membuktikan pendekatan Gus Dur terhadap Israel tidak bermaksud menjadikan Indonesia sebagai sekutu dekat. Namun, semata-mata karena hegemoni Israael yang luar biasa dan dekat dengan kehidupaan sehari-hari.

Termasuk berbagai produk minuman, makanan, elektronik, informasi, pakaian, media, dan industri yang ada di Indonesia. Hampir semuanya terpengaruh bangsa Yahudi.

Meskipun hegemoni Israel sangat besar di level internasional, saat ini posisi geopolitik Israel sedang terjepit. Negara-negara Uni Eropa seperti Perancis, Inggris, Spanyol dan Norwegia telah mengakui Palestina dengan level diplomatik berbeda-beda.

Bahkan Rusia, khususnya Dinas Rahasia KGB, mengklaim bebas dari pengaruh Israel. Perancis dan Inggris juga tidak harmonis dengan Israel karena faktor minyak. Dua negara itu tidak mendapat perhatian penuh dari negeri Paman Sam soal pembagian minyak di Iraq dan Libya. Padahal, keduanya sekutu AS di NATO dan sama-sama ikut menggempur Libya dan Iraq. [zul]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

SOFA Siapkan Rp131 Miliar untuk Proyek Sampah Jadi Energi

Sabtu, 19 September 2026 | 14:14

Menimbang Kembali POD South Andaman

Sabtu, 19 September 2026 | 13:46

Prabowo Teriak “Free Palestine” Tiga Kali, Singgung Indonesia Tak Berdaya Bantu Palestina

Sabtu, 19 September 2026 | 13:45

HUT ke-81 TNI di Monas, Prabowo Dijadwalkan Jadi Irup

Sabtu, 19 September 2026 | 13:27

Kejagung Turun Tangan Kawal Proyek Jalan IKN Senilai Rp3,986 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 13:24

Saham BMW Anjlok 4,46 Persen

Sabtu, 19 September 2026 | 12:59

Ratusan Hotel di Bali Bangkrut Lalu Dilego

Sabtu, 19 September 2026 | 12:36

Penanaman Pohon Bukti Nyata Kontribusi Alumni Unpad

Sabtu, 19 September 2026 | 12:17

Pasar Minggu Bakal Disulap Jadi Kawasan Terintegrasi, Investasinya Rp1 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 12:13

Jarnas Prabowo-Gibran Minta Kebun Sawit Rakyat di Kawasan Hutan Tak Digusur

Sabtu, 19 September 2026 | 11:45

Selengkapnya