Berita

hanta yudha/net

Politik

Jokowi Mesti Punya Tim Negosiator Ulung

SABTU, 29 NOVEMBER 2014 | 12:59 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ke depannya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) jangan lagi terjebak dalam konflik Kaolisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP) di DPR RI. Undangan legislatif untuk rapat dengar pendapat, misalnya, harus dipenuhi oleh pemerintah.

Hal itu dikatakan analis politik, Hanta Yudha, dalam diskusi bertajuk "Wajah Politik Kita" di Cikini, Jakarta, Sabtu (29/11).

Hanta juga mengatakan, pemerintah tidak perlu panik menghadapi rencana DPR RI menggunakan hak interpelasi untuk menanyakan kebijakan menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi (BBM). Namun, dalam hal ini Presiden Jokowi mesti memiliki tim negosiator politik yang ulung.


"Kalau interpelasi dilakukan, eksekutif tinggal jelaskan. Cuma, jangan terlalu lama juga energi politik presiden dihabiskan untuk urusan ini. Karena tugas utama Jokowi adalah mewujudkan janji-janji kampanye dan mewujudkan program pemerintahan. Jadi, tugas mengelola pemerintahan dan di sisi lain ada negosiator ulung ke parlemen," ujar Hanta.

Menurutnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) cukup piawai melaksanakan negosiasi. Masalahnya, Hanta menduga, JK ditugaskan untuk urusan lain yang tidak boleh sarat dengan politik.

"Siapa tokoh yang seperti itu? Kalau di DPR saya pikir yang sudah berjalan adalah Pramono Anung (tokoh PDI Perjuangan)," ucapnya.  [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kemlu Telusuri Keterlibatan WNI dalam Kasus Online Scam di Malaysia

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:18

Pasar Kripto Lesu, Coinbase Rugi Rp6,8 Triliun

Jumat, 08 Mei 2026 | 10:09

Syahganda Nainggolan: Ulama Punya Peran Strategis Bangun Gerakan Koperasi Pesantren

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:49

DPR Dorong Perlindungan Hukum dan Kesejahteraan Driver Ojol Lewat Revisi UU LLAJ

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:31

IHSG-Rupiah Tertekan Jelang Akhir Pekan

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:22

Selamat Jalan, James F. Sundah, Legenda Musik yang Berpulang di New York

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:21

Pelapor Dugaan Penggelapan Sertifikat Tanah Mengadu ke Kapolri

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:18

AS-Iran Saling Serang, Harga Minyak Naik Lagi

Jumat, 08 Mei 2026 | 09:07

Bursa Asia Lemah saat Selat Hormuz Kembali Tegang

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:56

Prabowo Naik Maung ke Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

Jumat, 08 Mei 2026 | 08:47

Selengkapnya