Berita

Yorrys Raweyai/net

Politik

Kuasai DPP, Tim Penyelamat Partai Golkar Pecat Ical dan Idrus

JUMAT, 28 NOVEMBER 2014 | 18:09 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Tim Penyelamat Partai Golkar mengeluarkan keputusan baru, yaitu memberhentikan Aburizal Bakrie alias Ical alias ARB dari kursi Ketua Umum Golkar.

Komite yang diketuai Agung Laksono ini bahkan telah mengambil alih kendali atas DPP Partai Golkar di Slipi, Jakarta Barat.

Kalau dicermati, keputusan ini melawan seruan para pimpinan Ormas-Ormas pendiri Golkar yang dalam konferensi pers kemarin meminta DPP Golkar moratorium pemecatan para pimpinan Golkar di daerah yang berseberangan secara politik. Baca: Ormas Pendiri Partai Minta DPP Golkar Moratorium Pemecatan


Hal itu diumumkan oleh anggota tim penyelamat partai, Yorrys Raweyai, dalam konferensi pers di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (28/11), dikutip dari JPNN.

Bersamaan dengan pengambilalihan itu, Tim Penyelamat Partai Golkar juga memecat Idrus Marham dari jabatan Sekretaris Jenderal.

"Mulai hari ini DPP Golkar dikendalikan oleh tim penyelamat dan saudara Aburizal Bakrie dan Idrus Marham diberhentikan," kata Yorrys saat membacakan pernyataan tim penyelamat.

Menurut Yorrys, "pengambilalihan tugas" itu merupakan tindak lanjut dari rapat pleno DPP Partai Golkar pada Selasa lalu (25/11). Dalam rapat itu, Aburizal dan Idrus dinyatakan nonaktif dari jabatan mereka di DPP.

Dengan adanya keputusan ini, lanjut Yorrys, Munas IX tanggal 30 November di Bali otomatis menjadi ilegal. Pasalnya, tidak diselenggarakan oleh pengurus DPP Golkar yang sah.

"Kami sudah laporkan pada pemerintah bahwa munas 30 November ilegal, karena orang yang menyelenggarakan tidak punya status di DPP (Golkar)," tegasnya.

Selanjutnya, tambah Yorrys, tim penyelamat akan mengeluarkan surat edaran kepada seluruh pengurus tingkat daerah mengenai perubahan kepengurusan di DPP. Termasuk di dalamnya adalah pemberitahuan mengenai status Munas di Bali yang ilegal.

"Setelah ini kami akan mulai mempersiapkan Munas IX yang dimulai dengan melakukan Rapimnas untuk membentuk panitia Munas," pungkas Yorrys. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya