Berita

Politik

Rachmawati: Jokowi Lecehkan Lembaga Wakil Rakyat

KAMIS, 27 NOVEMBER 2014 | 15:53 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi sebesar Rp 2.000 tanpa konsultasi dengan DPR RI. Hal itu masih tetap dipermasalahkan karena melanggar UU APBN 2014.

Dalam UU , pemerintah diizinkan menaikan harga BBM tanpa konsultasi asalkan harga minyak mentah di atas 105 dollar AS per barel atau dalam kondisi darurat. Persoalannya sekarang harga minyak terus menurun hingga di bawah 75 dolar AS per barel.

Menurut tokoh politik nasional, Rachmawati Soekarnoputri, dari segi itu saja Presiden Jokowi sudah bisa dianggap melawan UU. Selain itu Jokowi tidak menghormati lembaga wakil rakyat.


"Presiden Jokowi tidak menghormati, melecehkan lembaga wakil rakyat, artinya tidak menghormati kedaulatan rakyat dan kepercayaan rakyat yang memilih DPR," tegas Rachmawati, Kamis (27/11).

Menurut putri proklamator Bung Karno ini, kebijakan menaikkan harga BBM hanya untuk kepentingan kaum kapitalis dan "proxy"-nya.

Selain itu, sikap "arogan" itu menunjukkan Jokowi memakai pola klassen strijd atau pertentangan kelas.

"Pertentangan kelas antar kelas penguasa atau pemerintah dengan kelas rakyat atau wakil rakyat. Ini adalah jargon atau pola yang lazim dipakai kaum komunis," tambah Rachmawati. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya