Berita

basuki purnama/net

Ahok, Perbaiki Cara Anda Berkomunikasi dengan Korban Musibah!

RABU, 26 NOVEMBER 2014 | 16:07 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Purnama alias Ahok, sebaiknya belajar untuk berkomunikasi dengan diksi atau pilihan kata yang lebih tepat saat berdialog dengan warganya yang jadi korban suatu musibah.

Pesan itu disampaikan pengamat komunikasi politik, Hendri Satrio, menanggapi kasus Ahok marah-marah saat ditemui Evelyn Sandra Dewi, ibu dari Amanda Dewi Nugroho, bocah tujuh tahun yang tewas tersengat listrik bertegangan tinggi di Senayan Trade Center (STC), beberapa waktu lalu. Baca: Ibu Korban Sengatan Listrik Didamprat Ahok

"Ahok ini memang gayanya meledak-ledak. Tapi Ahok juga harus sadar sudah dalam posisi gubernur. Kalau dulu sebagai wakil gubernur dia meledak-ledak, ada yang menenangkan. Sekarang, siapa yang bisa meredam?" kata Hendri kepada beberapa saat lalu (Rabu, 26/11).


Hendri berharap Ahok lebih bersikap sebagai "payung" warga Jakarta dalam masalah yang dihadapi sehari-hari Dalam berkomunikasi pun mesti lebih lentur dan menggunakan diksi lebih halus. Baca juga: Evelyn Bantah Datangi Ahok untuk Balas Dendam ke STC

"Mungkin saja saat kejadian itu Pak Ahok lagi capek juga terima uneg-uneg. Tapi, si ibu itu kan dalam kondisi baru kehilangan anak. Dia korban," terang Hendri.

Yang harus digarisbawahi Ahok, gaya komunikasi yang galak itu jangan sampai blunder. Maksudnya, jangan membuat warga Jakarta takut mau mengadu kepadanya. Padahal, sejak awal menjabat Wagub, Ahok berjanji akan selalu siap menjadi tempat pengaduan masyarakat.

"Pahamilah, warga itu percaya Ahok dan Jokowi (mantan Gubernur). Makanya warga langsung saja kepada Ahok. Atau jangan-jangan, sejak dia jadi gubernur, ada aturan baru bahwa warga tidak bisa lagi langsung mengadu ke dia?" ujar Hendri.

"Ahok harus kembali ke khittahnya,  bersedia mendengar keluh kesah siapa saja, dekat dengan rakyat. Dalam menghadapi korban musibah itu tidak sama dengan hadapi orang biasa. Bahasanya harus halus. Lebih enak menasihati korban itu kalau situasi sudah tenang. Jangan sudah kena musibah dihajar juga," tandas Hendri Satrio. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya