Berita

Khofifah Indar Parawansa/net

Politik

Mensos: Data Akurat Bisa Dihasilkan Melalui Penelitian

SELASA, 25 NOVEMBER 2014 | 13:31 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Pembangunan kesejahteraan sosial (Kesos) membutuhkan data memadai, sehingga bisa dirancang dengan tepat dan akurat. Data yang memadai bisa dipasok, salah satunya melalui kegiatan penelitian.

"Pembangunan Kesos sebagai bagian dari pembangunan nasional, salah satunya ditujukan kepada Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS)," kata Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, dalam Konferensi Nasional Hasil-hasil Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial III Tahun 2014 dengan tema "Mewujudkan Kebijakan Kesejahteraan Sosial Berbasis Riset Melalui Konferensi Hasil Penelitian", di Jakarta Selatan, Selasa (25/11).

Amanat UU 11/2009 tentang Kesos adalah Kementerian Sosial (Kemensos) menyelenggarakan pembangunan di bidang Kesos, termasuk berbagai upaya untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas pelayanan Kesos itu sendiri. Badan Pendidikan dan Penelitian Kesejahteraan Sosial (Badiklitkesos) bertugas melakukan penelitian dan pengembangan terkait kebijakan penanganan masalah kesejahteraan dan praktik pekerjaan sosial.


"Hasil penelitian Kesos diharapkan mampu merespons kebutuhan di lingkungan Kemensos dan mitra kerja kerja, baik di dalam maupun luar negeri yang memiliki kegiatan terkait PMKS," ujarnya.

Kegiatan Badiklitkesos diperlukan untuk melakukan publikasi dan sosialisasi dari hasil penelitian dan pengembangan Kesos. Konferensi hari ini diharapkan bisa memberi gambaran kondisi objektif permasalahan Kesos dan aplikasi intervensi pekerjaan sosial kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) di Kemensos dan mitra kerja dalam penanganan PMKS. Selain itu, bisa membantu untuk membuat dan menyempurnakan berbagai program pelayanan Kesos, khususnya di lingkungan Kemensos dan mitra kerja. Juga, menciptakan peluang untuk melakukan kerja sama dengan berbagai pihak terkait dalam pelaksanaan penelitian, analisis kebijakan, maupun penyusunan berbagi program penanganan masalah kesos.

Konferensi dihadiri 150 orang, di samping para peneliti di lingkungan Kemensos dan Peneliti dari Forum Komunikasi Kelitbangan kementerian/lembaga, dan para dosen, mahawasiswa dan praktisi, pembuat kebijakan di bidang kesos/peksos, serta media massa yang concern dengan isu-isu kesos. [ald]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Polda Riau Bongkar Penampungan Emas Ilegal

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:17

Istana: Perbedaan Pandangan soal Board of Peace Muncul karena Informasi Belum Utuh

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:12

Sekolah Garuda Dibuka di Empat Daerah, Bidik Talenta Unggul dari Luar Jawa

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:05

Menag: Langkah Prabowo soal Board of Peace Ingatkan pada Perjanjian Hudaibiyah

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:39

Ini Respons Mendikti soal Guru Besar UIN Palopo Diduga Lecehkan Mahasiswi

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:35

Polri Berduka Cita Atas Meninggalnya Meri Hoegeng

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:13

Demokrat Belum Putuskan soal Dukungan ke Prabowo pada 2029

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:02

MUI Apresiasi Prabowo Buka Dialog Board of Peace dengan Tokoh Islam

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:55

Jenazah Meri Hoegeng Dimakamkan di Bogor

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:53

PPATK Ungkap Perputaran Uang Kejahatan Lingkungan Capai Rp1.700 Triliun

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:46

Selengkapnya