Berita

Politik

Kenaikan Harga BBM Sebesar Rp 2.000 Adalah Usul Bank Dunia

Jokowi Sangat Patuh kepada Bank Dunia
SELASA, 18 NOVEMBER 2014 | 14:44 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ahli ekonomi yang juga penasihat ekonomi Perserikatan Bangsa Bangsa, Rizal Ramli, menyebut kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kali ini, sebesar Rp 2.000 per liter, sesuai saran Bank Dunia.

Sedangkan angka kenaikan yang tak jadi direalisasikan, sedianya Rp 3.000, adalah usul Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).  

"Ini (kenaikan Rp 2.000) usul Bank Dunia. Pak Jokowi itu manut benar kepada Bank Dunia.Kalau Rp 3.000 itu kan usulnya Pak JK yang ngitungnya nggak benar," ungkap Rizal saat wawancara live dengan salah satu televisi swasta dari kawasan Parlemen Senayan, Selasa siang (18/11).


Mantan Menko Perekonomian ini kembali menegaskan bahwa cara menyelematkan anggaran dengan mencabut subsidi rakyat pada BBM adalah jalan keluar yang sangat keliru dan menggampangkan masalah.

"Banyak cara selamatkan APBN. Sebetulnya sederhana. Hapuskan premium, karena oktannya ketinggian 88-90. Di Amerika Serikat saja oktannya 86. Itu makanya orang kaya Indonesia mau pakai premium," tegasnya.

"Kita hapus (premium) itu, dan bikin BBM rakyat dengan oktan 80-83. Dengan demikian tidak usah naikkan harga BBM untuk 80 juta pemotor dan 3 juta angkutan umum. Sedangkan jenis Pertamax kita naikkan. Dengan ini ada subsidi silang," ujarnya.

Untuk mengetahui lebih lengkap jalan alternatif dari Rizal Ramli ini, silakan baca: Ini Penjelasan Lengkap Jalan Tengah Subsidi BBM dari Rizal Ramli. [ald]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Polda Riau Bongkar Penampungan Emas Ilegal

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:17

Istana: Perbedaan Pandangan soal Board of Peace Muncul karena Informasi Belum Utuh

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:12

Sekolah Garuda Dibuka di Empat Daerah, Bidik Talenta Unggul dari Luar Jawa

Selasa, 03 Februari 2026 | 16:05

Menag: Langkah Prabowo soal Board of Peace Ingatkan pada Perjanjian Hudaibiyah

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:39

Ini Respons Mendikti soal Guru Besar UIN Palopo Diduga Lecehkan Mahasiswi

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:35

Polri Berduka Cita Atas Meninggalnya Meri Hoegeng

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:13

Demokrat Belum Putuskan soal Dukungan ke Prabowo pada 2029

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:02

MUI Apresiasi Prabowo Buka Dialog Board of Peace dengan Tokoh Islam

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:55

Jenazah Meri Hoegeng Dimakamkan di Bogor

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:53

PPATK Ungkap Perputaran Uang Kejahatan Lingkungan Capai Rp1.700 Triliun

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:46

Selengkapnya