Berita

Politik

KPK dan PPATK Harus Audit Calon Ketum Golkar

MINGGU, 16 NOVEMBER 2014 | 23:51 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Politisi muda Partai Golkar Poempida Hidayatulloh meminta KPK dan PPATK untuk dapat membuka rekam jejak seluruh calon ketua umum yang akan berkompetisi di Munas IX pada awal tahun 2015.

"Hal ini ditujukan untuk dapat mengembalikan kepercayaan publik terhadap Golkar ke depan dan juga menunjukkan keseriusan Golkar dalam hal pemberantasan korupsi," kata Poempida di Jakarta, Minggu (16/11).

Ia berkeyakinan bahwa semua calon ketua umum pun tidak keberatan jika rekam jejak dan integritas mereka dibuka kepada publik. Pasalnya, mereka akan menjadi calon-calon pemimpin nasional ke depan.


Masukan Poempida didasarkan pada Pernyataan Politik pada Munas VIII Golkar 2009 pada poin Ketiga, menyatakan bahwa Partai Golkar menyatakan komitmennya dan secara konsisten mendukung pemberantasan tindak pidana korupsi secara tegas, adil tanpa pandang bulu, serta menjunjung tinggi prinsip-prinsip supremasi dan kepastian hukum demi terwujudnya dengan segera pemerintahan yang bersih dan efektif.

Dalam kaitan ini, Partai Golkar dengan tegas menyatakan dukungan politiknya bahwa eksistensi KPK yang kuat dan independen masih relevan dan dibutuhkan bersama-sama dengan pemberdayaan Kejaksaan dan Kepolisian Negara Republik Indonesia yang fungsional dan profesional sebagai penegak hukum, dengan mengacu kepada prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia.

"Sekali lagi, tepat kiranya jika KPK dan PPATK lakukan audit rekam jejak kandidat yang akan maju dalam Munas Golkar sebagaimana Pernyataan Politik pada Munas VIII Partai Golkar Tahun 2009 lalu," tandas Poempida. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Ironi, Kasat Narkoba Polres Kukar Ditangkap Kasus Narkoba

Jumat, 15 Mei 2026 | 22:14

SOKSI Bangkitkan Program P2KB, Perkuat Kaderisasi dan Konsolidasi Golkar

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:55

Konsultasi Bilateral di Moskow, RI-Rusia Soroti Konflik Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:50

Proyek Coretax DJP Digugat Buntut Aroma Monopoli

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:47

Masalah Etik dan Suap, Menteri PU Panggil Pulang ASN dari Luar Negeri

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:33

Ini Tips Menghitung Komponen Pembayaran Listrik

Jumat, 15 Mei 2026 | 21:02

Nakba dan Perubahan Politik Regional di Timur Tengah

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:57

Mantan Kepala Bakamla Ingatkan Kesiapan Finansial Negara Memodernisasi Alutsista

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:37

Menko Airlangga Bertemu PM Belarus, Ini yang Dibahas

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:36

Pakar: Ibu Kota Negara RI di Jakarta Konstitusional

Jumat, 15 Mei 2026 | 20:09

Selengkapnya