Berita

PAHLAWAN NASIONAL

Mahasiswa Banten Kecewa Brigjen Sjamun Gagal Jadi Pahlawan

SABTU, 15 NOVEMBER 2014 | 19:08 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Mahasiswa asal Provinsi Banten kecewa karena pemerintah tidak menetapkan Brigjen KH. Sjamun sebagai salah seorang pahlawan nasional bersama empat pahlawan nasional yang baru-baru ini ditetapkan.

Sikap kecewa itu disampaikan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Banten, Jojon Suhendar, ketika berbicara pada sebuah publik bertema "Refleksi Perjuangan Sumpah Pemuda" hari Sabtu (15/10) di Aula HMB, Ciputat.

"Kami tentu sangat kecewa, mengingat peran KH. Sjamun dalam pergerakan nasional sangat penting, namun meskipun secara konstitutif belum diakui sebagai pahlawan, bagi kami KH. Sjamun adalah pahlawan bagi rakyat Banten," ujarnya.


Ketua Umum Komunitas Mahasiswa Sumatra Utara (KMSU) Jakarta, Muhamad Syafii Pasaribu, yang juga hadir sebagai pembicara menambahkan, pemerintah harus lebih menghargai peran tokoh-tokoh dari daerah dalam memperjuangan kemerdekaan di tanah air.

"Banyak juga pahlawan-pahlawan yang senasib dengan Brigjen KH. Sjamun di Sumatera Utara, bahkan yang masih hidup sekalipun, namun belum diperhatikan secara maksimal oleh pemerintah pusat. Dan ini harus ditanggapi serius oleh pemerintah pusat, setidaknya hasil dari pemaknaan peristiwa hari Pahlawan secara nyata dapat dirasakan oleh para pejuang veteran di berbagai daerah,” kata Syafii Pasaribu.

Kekecewaan serupa disampaikan perwakilan Konfederasi Organisasi Daerah Nusantara (Kode Nusa), Usep Mujani.

Dia mengingatkan bahwa, "Nasionalisme kita dibangun dari pergolakan di daerah. Peran daerah adalah harga mati bagi pembangunan indonesia kedepan.” [dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya