Berita

Tabrakan Beruntun di Gadog Tewaskan 3 Aktivis PBHI

SABTU, 15 NOVEMBER 2014 | 05:16 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sebuah mobil Honda Jazz yang ditumpangi lima orang aktivis HAM dari Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Jakarta mengalami tabrakan 'laga kambing' dengan sebuah truk pengangkut besi di Jalan Raya Gadog, Puncak, Jawa Barat.

Peristiwa ini terjadi pukul 1 dini hari tadi (Sabtu, 15/11). Lima orang tewas di tempat saat kejadian.

Poltak Agustinus Sinaga, Simon Tambunan, Robby, Guntur dan Rifky adalah lima orang aktivis PBHI yang menumpangi mobil Honda Jazz menuju Puncak untuk kegiatan Pelatihan HAM.


Di sekitar Gadog, sebuah truk bermuatan besi, melaju kencang, dan menghantam mobil Honda Jazz yang ditumpangi. Mobil Honda Jazz terseret dan membentur pengendara lainnya, yakni sebuah mobil Avanza dan pengendara motor.

Honda Jazz yang ditumpangi para aktivis terjepit dan jatuh ke dalam selokan, setelah truk bermuatan besi menghantam mereka, dan merubuhkan tembok pembatas jalan.

Lima orang tewas di tempat, yakni 3 orang aktivis PBHI atas nama Guntur, Robby dan Rifky, satu orang pengendara motor yang tergencet di kolong mobil dan supir truk sendiri juga tewas.

"Poltak Agustinus selamat, dan masih menjalani perawatan, Simon Tambunan mengalami luka parah di bagian kepala dan badan, juga masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi," ujar Bombom, aktivis PBHI yang turut melakukan evakuasi setelah turun terburu-buru meninggalkan lokasi pelatihan ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Tiga jenazah juga sudah dievakuasi ke Kamar Mayat RSUD Ciawi.

"Dua orang aktivis PBHI, satu orang lagi tidak kenal, mungkin pengendara motor atau supir truknya," jelas Bombom.

Sedangkan pengemudi Honda Jazz yang juga aktivis PBHI sampai berita ini diturunkan belum bisa dikeluarkan dari rongsokan mobil karena terjepit.

"Mobil sudah dievakuasi Polisi untuk dikeluarkan mayatnya dari lokasi," kata Bombom.

Saat ini, para aktivis dan rekan-rekan korban sedang berada di RSUD Ciawi untuk memberikan pertolongan.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya