Berita

Bisnis

Pertamina Terancam Tidak Berubah

Rinaldi Firmansyah Tak Layak Jadi Dirut
KAMIS, 13 NOVEMBER 2014 | 20:57 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Rinaldi Firmansyah akan membawa petaka bagi pengelolaan dunia perminyakan Indonesia bila diangkat sebagai Direktur Utama Pertamina. Sebab, Rinaldi yang pernah menjabat Dirut Telkom tidak paham bagaimana mengelola migas apalagi membersihkan tata kelola migas dari mafia.

"Dia tidak pantas karena dia tidak paham lapangan atau peta perminyakan. Dia tidak akan bisa memberantas mafia migas didalamnya," ujar Koordinator Advokasi dan Investigasi FITRA Uchok Sky Khadafi kepada wartawan (Kamis, 13/11).

Sangat kentara, kata Ucok, lolosnya Rinaldi sebagai calon dirut Pertamina hasil permainan kepentingan individu-individu yang ingin mengeruk untung dari migas nasional sebab jelas-jelas dia tidak paham peta perminyakan. Memang belakangan, Rinaldi disebut-sebut kandidat terkuat menjadi Dirut Pertamina karena namanya diendorce oleh Wapres Jusuf Kalla dan Menteri BUMN Rini Soemarno.


"Dia kan berangkat dari nota keuangan, ini menurut saya terlalu direkayasa dan dipaksakan seandainya jadi dirut Pertamina," papar Uchok.

Jika Rinaldi yang dipilih, kata Uchok lagi, maka perubahan dan perbaikan mendasar dalam pengelolaan migas ke depan sebagaimana diharapkan Presiden Joko Widodo tidak akan terwujud.

"Kalau dia jadi, tidak akan ada pembaharuan, tidak akan ada revolusi mental di tubuh Pertamina. Orang yang tidak paham dunia perminyakan bagaimana mau mimpin Pertamina?" demikian Uchok.[dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya