Berita

ilustrasi/net

Bisnis

Dunia Bisnis Harus Tolak Rinaldi dan Widyawan sebagai Dirut Pertamina

KAMIS, 13 NOVEMBER 2014 | 16:19 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. PT Pertamina (persero) punya direktur utama. Seleksi calon sudah mengerucut kedua nama, yaitu bekas Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia Rinaldi Firmansyah dan Deputi Komersial SKK Migas Widyawan Prawiraatmadja. Namun kalangan pengamat menilai Rinaldi dan Widyawan tidak layak memimpin perusahaan minyak pelat merah itu.

"Saya kira dunia bisnis termasuk jajaran Pertamina harus menolak karena dua-duanya orang pesanan. Dua nama itu sarat dengan kepentingan politik dan pengusaha," kata pengamat politik energi yang juga dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedillah Badrun ketika dihubungi (Kamis, 13/11).

Rinaldi dan Widyawan, katanya, merupakan orang yang memiliki masalah secara politis. Terlebih keduanya didorong oleh dua orang yang memiliki kepentingan, yaitu Sofyan Djalil dan Sudirman Said yang merupakan gerbong Menteri Badan Usaha Milik Negara, Rini Mariana Soemarno.


"Karena dua-duanya didorong oleh penguasa, dan mereka bagian kepentingan penguasa, keduanya pada akhirnya mau tak mau jadi dirut pertamin," paparnya.

Dia mengatakan, jika kedua orang tersebut masuk di jajaran direksi Pertamina, maka Pertamina tidak akan berubah. "Jadi artinya dua orang itu, pertamina pada posisi yang sama menjadi alat kepentingan, sulit. Jadi simalakama buat Pertamina," paparnya.

Sebagai informasi, Menteri BUMN Rini Soemarno dikabarkan telah melakukan tahapan uji fit and proper terhadap para calon Direktur Utama Pertamina dalam beberapa hari terakhir. Fit and Proper di berlakukan ke seluruh Direksi yang ada sekarang dan plus ada 6 calon eksternal Direksi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, nama-nama calon Dirut Pertamina dari eksternal yang sedang menjalani Fit and Proper di PT DDI adalah Budi Sadikin (Dirut Bank Mandiri), Sunarso, (Direksi Bank Mandiri), Zulkifli Zaini (Mantan Dirut Bank Mandiri), Fahmi Muhtar (Mantan Dirut PLN), Dwi Sucipto, (Dirut Semen Indonesia), dan Rinaldi Firmansyah (Mantan Dirut Telkom). Kabarnya, calon kuat dalam bursa kandidat tersebut adalah Rinaldi Firmansyah yang disebut-sebut diendorse langsung oleh  Menteri BUMN Rini Soemarno, Menko Perekonomian Sofyan Djalil dan Wapres Jusuf Kalla. Sementara lima nama lain hanya sekedar pembanding.

Untuk melakukan uji fit and proper, Rini juga dikabarkan telah menunjuk PT. Daya Dimensi Indonesia (DDI), perusahaan manajemen konsultan berlokasi di Mega Kuningan untuk memberikan penilaian calon direksi Pertamina.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya