Berita

Inilah Makna Foto Jokowi Diapit Xi Jinping dan Obama

SELASA, 11 NOVEMBER 2014 | 16:21 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Dalam foto sesi para peserta KTT APEC, Presiden Jokowi berdiri diantara Presiden Barack Obama dan Presiden Tiongkok Xi Jinping. Apa yang menjadi alasan Xi Jinping memposisikan Jokowi diantara dirinya dengan Obama?

Guru Besar Hukum Internasional UI, Hikmahanto Juwana mengartikan, kemungkinan alasannya adalah karena Tiongkok membutuhkan pihak ketiga dalam menyikapi ketegangannya dengan banyak negara termasuk AS.

"Sebenarnya sebagai negara besar, Presiden Obama sepantasnya berdiri di samping tuan rumah. Namun untuk menghindari kesan bahwa ketegangan terselesaikan dengan penyelenggaraan KTT APEC maka Presiden Jokowi diposisikan di antara dua negara besar yang terlibat dalam ketengangan," papar dia dalam surat elektronik kepada kantor berita politik sesaat lalu (Selasa, 11/11).


Dari posisi Jokowi dalam foto sesi tersebut, sambung Hikmahanto, bisa diartikan posisi Indonesia dijadikan negara yang netral dan dapat berperan sebagai juru damai yang jujur. Peran ini telah dibangun oleh Presiden SBY dan diapresiasi oleh masyarakat internasional.

"Saat ini banyak negara mengharapkan peran yang sama dari Presiden Jokowi," imbuh dia.

Peran penting ini,  katanya lagi, tentu saja harus dijalankan oleh Jokowi.

"Hanya saja presdien harus menyampaikan kepada masyarakat internasional bahwa peran tersebut akan tetap diemban sepanjang kedaulatan Indonesia tidak direndahkan dan kepentingan nasional kita tidak dirugikan," demikian Hikmahanto.[dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya