Berita

Presiden Joko Widodo

Berbahasa Indonesia Saja Pak Supaya Kita Dikenal Luas Dunia

Jokowi Akan Sampaikan Pidato Di 3 Forum Internasional
SENIN, 10 NOVEMBER 2014 | 07:40 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pegiat media sosial meminta Presiden Joko Widodo konsisten berpidato menggunakan bahasa Indonesia di forum internasional.

Account teddybear @teddybear mengharapkan, Presiden Jokowi konsisten menggunakan bahasa Indonesia saat berbicara di forum internasional

Saya lebih suka Presiden RI ber­bicara dalam bahasa kita. Contohlah kepala negara Jepang, Korea, Pran­cis, Italy dan Spain,” kicaunya.


Account @sunartobakri meminta, Jokowi tidak ragu berpidato meng­gunakan bahasa Indonesia. Kata dia, bahasa Indonesia memiliki ragam kosakata.

Presiden harus membantu pro­mosi bahasa Indonesia ke penjuru dunia. Ini sama seperti promosi,” katanya.

Account @hendrawan mengung­kapkan, rakyat Indonesia bisa sejah­tera apabila bahasa Indonesia dike­nal luas masyarakat dunia.

Siapa tahu, banyak negara nanti mencari guru bahasa Indonesia,” kata­nya.

Account @kopior membeberkan, bahasa Indonesia saat ini sudah di­per­gunakan dibanyak negara.  

Di Malaysia, Singapura, Brunei, Phili­pina dan Timor leste, itu pakai bahasa Indonesia,” klaimnya.

Account @nyubi242 bilang, jika presiden menggunakan bahasa nasional dalam forum setingkat KTT APEC, dapat membuka peluang ba­hasa Indonesia dijadikan bahasa in­ternasional.

Siapa tahu nanti bahasa Indone­sia bisa menyaingi bahasa Inggris,” katanya.

Account @reza membeberkan, kebesaran sebuah bangsa terlihat dari berapa besar penyebarluasan­nya.

Negara maju seperti Inggris, Pran­cis, China, Jepang bahasanya di­pakai dimana-mana,” katanya.

Account @muhmuhlar bilang penggunaan bahasa Indonesia dalam forum internasional me­rupakan kewajiban.

Sumpah pemuda menegaskan bahwa bahasa Indonesia, bahasa pe­mer­satu,” tegasnya.

Account @f4nd1k039 bilang, Indonesia seharusnya mencontoh China.

Orang China itu bangga dengan bahasanya. Bahkan naik angkot di Jakarta mereka pakai bahasa China, hehe,” guyonnya.

Berbeda, account @budimantan­jung58 tidak setuju bahasa Indo­nesia dibawakan di forum internasional. Ia menyarankan ba­ha­sa Indonesia ha­nya digunakan dalam sambutan atau pembukaan pidato saja. Contohlah pejabat Brunei. Me­reka lebih banyak pakai bahasa Ing­gris,” ujarnya.

Tweeps @daradinanti87 menga­ku, tidak yakin Presiden Jokowi lan­car berbicara bahasa selain Indonesia dan Jawa.

Yah pakai bahasa Inggris, mera­gukan sih, hehe,” ledeknya.

Tweeps @cikem05 berharap, seluruh Menteri Kabinet Jokowi-JK ikut menggunakan bahasa Indonesia di forum internasional.

Pejabat BUMN, menteri, gu­ber­nur dan bupati kalau diundang asing pakailah bahasa Indonesia,” katanya.

Presiden Joko Widodo akan ber­pidato di tiga forum internasional yaitu KTT APEC, KTT ASEAN, dan G-20 Summit. Guru Besar Hukum In­ternasional UI Hikmahanto Juwa­na mengatakan Jokowi wajib meng­g­unakan bahasa Indonesia di tiap forum internasional.

Dalam kaitan penyampaian pi­dato resmi Presiden Jokowi, ber­da­sarkan Undang-undang Bendera, Bahasa dan Lambang Ne­gara serta Lagu Kebangsaan di­wajibkan meng­gunakan bahasa Indonesia,” kata Hikmahanto.

Lebih lanjut ia mengatakan, ba­ha­sa Indonesia wajib digunakan dalam pidato resmi Presiden, Wakil Pre­siden, dan pejabat negara yang lain yang disampaikan di dalam atau di luar negeri.

Ia berharap undang-undang ter­sebut dapat diimplementasikan para pejabat negara era kepemimpinan Jokowi, mengingat Presiden SBY ti­dak melakukan itu. Salah satu con­tohnya, saat pidato dalam sesi debat PBB bulan September lalu di mana SBY enggan menyampaikan dalam bahasa Indonesia.

Penyampaian pidato oleh Presi­den dalam bahasa Indonesia bukan karena Presiden tidak mau dan ti­dakmampu menggunakan bahasa Inggris, melainkan karena kewajiban yang ditentukan undang-undang,” terang­nya.

Karena itu, ia mengimbau Men­teri Luar Negeri segera meng­komunikasikan hal ini ke panitia acara APEC, ASEAN dan G-20 serta memfasilitasi Presiden Jokowi de­ngan penterjemah bahasa Indonesia ke Inggris yang handal.

Undang-undang mewajibkan Presiden meng­gu­nakan bahasa Indonesia agar ba­ha­sa Indonesia dikenal oleh dunia dan semakin kuat jati diri bangsa In­do­nesia,” tegas Hikmahanto. ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya