Pegiat media sosial meminta Presiden Joko Widodo konsisten berpidato menggunakan bahasa Indonesia di forum internasional.
Account teddybear @teddybear mengharapkan, Presiden Jokowi konsisten menggunakan bahasa Indonesia saat berbicara di forum internasional
Saya lebih suka Presiden RI berÂbicara dalam bahasa kita. Contohlah kepala negara Jepang, Korea, PranÂcis, Italy dan Spain,†kicaunya.
Account @sunartobakri meminta, Jokowi tidak ragu berpidato mengÂgunakan bahasa Indonesia. Kata dia, bahasa Indonesia memiliki ragam kosakata.
Presiden harus membantu proÂmosi bahasa Indonesia ke penjuru dunia. Ini sama seperti promosi,†katanya.
Account @hendrawan mengungÂkapkan, rakyat Indonesia bisa sejahÂtera apabila bahasa Indonesia dikeÂnal luas masyarakat dunia.
Siapa tahu, banyak negara nanti mencari guru bahasa Indonesia,†kataÂnya.
Account @kopior membeberkan, bahasa Indonesia saat ini sudah diÂperÂgunakan dibanyak negara.
Di Malaysia, Singapura, Brunei, PhiliÂpina dan Timor leste, itu pakai bahasa Indonesia,†klaimnya.
Account @nyubi242 bilang, jika presiden menggunakan bahasa nasional dalam forum setingkat KTT APEC, dapat membuka peluang baÂhasa Indonesia dijadikan bahasa inÂternasional.
Siapa tahu nanti bahasa IndoneÂsia bisa menyaingi bahasa Inggris,†katanya.
Account @reza membeberkan, kebesaran sebuah bangsa terlihat dari berapa besar penyebarluasanÂnya.
Negara maju seperti Inggris, PranÂcis, China, Jepang bahasanya diÂpakai dimana-mana,†katanya.
Account @muhmuhlar bilang penggunaan bahasa Indonesia dalam forum internasional meÂrupakan kewajiban.
Sumpah pemuda menegaskan bahwa bahasa Indonesia, bahasa peÂmerÂsatu,†tegasnya.
Account @f4nd1k039 bilang, Indonesia seharusnya mencontoh China.
Orang China itu bangga dengan bahasanya. Bahkan naik angkot di Jakarta mereka pakai bahasa China, hehe,†guyonnya.
Berbeda, account @budimantanÂjung58 tidak setuju bahasa IndoÂnesia dibawakan di forum internasional. Ia menyarankan baÂhaÂsa Indonesia haÂnya digunakan dalam sambutan atau pembukaan pidato saja. Contohlah pejabat Brunei. MeÂreka lebih banyak pakai bahasa IngÂgris,†ujarnya.
Tweeps @daradinanti87 mengaÂku, tidak yakin Presiden Jokowi lanÂcar berbicara bahasa selain Indonesia dan Jawa.
Yah pakai bahasa Inggris, meraÂgukan sih, hehe,†ledeknya.
Tweeps @cikem05 berharap, seluruh Menteri Kabinet Jokowi-JK ikut menggunakan bahasa Indonesia di forum internasional.
Pejabat BUMN, menteri, guÂberÂnur dan bupati kalau diundang asing pakailah bahasa Indonesia,†katanya.
Presiden Joko Widodo akan berÂpidato di tiga forum internasional yaitu KTT APEC, KTT ASEAN, dan G-20 Summit. Guru Besar Hukum InÂternasional UI Hikmahanto JuwaÂna mengatakan Jokowi wajib mengÂgÂunakan bahasa Indonesia di tiap forum internasional.
Dalam kaitan penyampaian piÂdato resmi Presiden Jokowi, berÂdaÂsarkan Undang-undang Bendera, Bahasa dan Lambang NeÂgara serta Lagu Kebangsaan diÂwajibkan mengÂgunakan bahasa Indonesia,†kata Hikmahanto.
Lebih lanjut ia mengatakan, baÂhaÂsa Indonesia wajib digunakan dalam pidato resmi Presiden, Wakil PreÂsiden, dan pejabat negara yang lain yang disampaikan di dalam atau di luar negeri.
Ia berharap undang-undang terÂsebut dapat diimplementasikan para pejabat negara era kepemimpinan Jokowi, mengingat Presiden SBY tiÂdak melakukan itu. Salah satu conÂtohnya, saat pidato dalam sesi debat PBB bulan September lalu di mana SBY enggan menyampaikan dalam bahasa Indonesia.
Penyampaian pidato oleh PresiÂden dalam bahasa Indonesia bukan karena Presiden tidak mau dan tiÂdakmampu menggunakan bahasa Inggris, melainkan karena kewajiban yang ditentukan undang-undang,†terangÂnya.
Karena itu, ia mengimbau MenÂteri Luar Negeri segera mengÂkomunikasikan hal ini ke panitia acara APEC, ASEAN dan G-20 serta memfasilitasi Presiden Jokowi deÂngan penterjemah bahasa Indonesia ke Inggris yang handal.
Undang-undang mewajibkan Presiden mengÂguÂnakan bahasa Indonesia agar baÂhaÂsa Indonesia dikenal oleh dunia dan semakin kuat jati diri bangsa InÂdoÂnesia,†tegas Hikmahanto. ***