Berita

jokowi dan megawati/net

Politik

Megawati Mulai Bermasalah dengan Jokowi?

SENIN, 10 NOVEMBER 2014 | 04:14 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sejumlah pertanyaan belakangan ini kerap diajukan dalam perbincangan di kalangan politisi dan masyarakat pemerhati politik di Indonesia berkaitan dengan sikap keras sejumlah petinggi PDIP dalam menyikapi rencana kenaikan harga BBM, khususnya.

Juga, sikap keras petinggi-petinggi PDIP dalam menyikapi kebijakan tim ekonomi yang digawangi Sofyan Djalil, Rini Soemarno, dan Sulaiman Said.

Mengapa kader penting PDIP seperti Effendi Simbolon dan Rieke Diah Pitaloka, misalnya, mulai berani menyampaikan kritik keras yang bernada menyerang Jokowi.


Effendi Simbolon bahkan sempat mengatakan, pemerintahan Jokowi tidak perlu ada kalau hanya melanjutkan kebijakan pemerintahan SBY. Sejauh ini Efffendi Simbolon adalah yang paling keras berteriak mengkritik Jokowi.

Effendi Simbolon memang dikenal sebagai salah seorang tokoh PDIP yang awalnya keberatan dengan dukungan yang diberikan PDIP kepada Jokowi dalam Pilpres yang lalu.

Informasi yang diperoleh dari sementara kalangan PDIP menyebutkan bahwa keberanian tokoh-tokoh PDIP itu mengkritik pemerintahan Jokowi memiliki kaitan langsung dengan sikap Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Disebutkan, Mega kini mulai ditinggalkan oleh pemerintahan Jokowi. Termasuk oleh Rini yang bisa dikatakan dibesarkan oleh Megawati.

Disebutkan bahwa kini Rini mulai sulit diajak bertemu Mega. Selalu ada alasan untuk tidak menghadiri undangan.

Namun, informasi lain yang juga diperoleh dari petinggi PDIP mengatakan bahwa Mega lah yang menjaga jarak dengan Jokowi dan Rini.

Tidak diketahui pasti apa penyebabnya. Tetapi mungkin sekali karena Megawati kecewa karena Kabinet Kerja Jokowi mengakomodasi kader PDIP dalam jumlah yang sangat kecil. Tokoh-tokoh kunci PDIP seperti Pramono Anung, Maruarar Sirait dan Rieke Diah Pitaloka, misalnya, tergusur.

Kabinet Kerja pun lebih menggambarkan pemerintahan Jusuf Kalla. Padahal, Jokowi mendapatkan restu dan dukungan dari Megawati dan PDIP.

Juga disebutkan bahwa kelanjutan dari hubungan panas-dingin sejumlah tokoh PDIP ini akan memasuki terminal berikutnya setelah  Jokowi benar-benar menaikkan harga BBM tidak lama lagi. [dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya