Berita

ilustrasi

Dinkes DKI Heran Kenapa Dana Pembelian Alat Pemadam Kebakaran Masuk Dinasnya

KAMIS, 06 NOVEMBER 2014 | 18:31 WIB | LAPORAN:

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati mengakui ada 34 kegiatan dengan jumlah anggaran sebesar Rp33,442 miliar di dinasnya. Namun, Dien membantah dana tersebut sebagai anggaran siluman sebagaimana yang dituduhkan oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) DKI Jakarta.

"Memang betul ada uangnya (anggarannya). Tetapi tidak kami kerjakan," ujarnya di Balaikota, Jakarta Pusat, Kamis (6/11).

Kata Dien, anggaran itu sebenarnya digunakan untuk pembelian alat pemadam kebakaran yang akan ditempatkan di Dinas Kesehatan, Puskesmas kelurahan, Puskesmas Kecamatan, hingga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Namun, karena tidak digunakan, aggaran yang tak terpakai itu akan menjadi Silpa (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran).


Meski mengakui ada anggaran demikian di dinasnya, namun Dien membantah ia sengaja mengajukan pembelian alat pemadam kebakaran. Ia justru heran mengapa alat semacam itu diperlukan dinasnya.
 
"Kami enggak ngusulin pengadaan alat pemadam kebakaran itu. Untuk apa alat itu, kalau ada kebakaran atau peristiwa lain kan tinggal telepon pemadam kebakaran," katanya.

Dien sendiri mengaku sudah melaporkan kejadian tersebut ke Plt Basuki Tjahaja Purnama tadi pagi. Kepada Basuki, Dien mengaku melaporkan kejanggalan proyek itu.

"Saya juga tadi sudah ditanya Pak Plt Gubernur (Basuki), saya bilang saja kalau anggaran itu tidak dipakai, ngapain juga dikerjakan," kata Dien.

Sebelumnya, BPKP DKI menemukan banyak anggaran siluman di Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Tak tanggung-tanggung BPKP menemukan dana siluman sebesar Rp3,518 triliun untuk 252 kegiatan fiktif dan Rp33,442 miliar di Dinkes untuk 34 kegiatan. [zul]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Masalah Klasik Tak Boleh Terulang di Musim Haji 2026

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:15

BSI Semakin Diminati, Tabungan Tumbuh Tertinggi di Industri

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:13

Jembatan Rusak di Pandeglang Diperbaiki Usai Tiga Siswa Jatuh

Kamis, 14 Mei 2026 | 16:05

ATR/BPN Rumuskan Pola Kerja Efektif Berbasis Kewilayahan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:53

Tim Kuasa Hukum Nilai Tuntutan Nadiem Tak Berdasar Fakta Persidangan

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:44

Kelantan Siapkan Kota Bharu Jadi Hub Asia, Sasar Direct Flight Bangkok hingga Osaka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:33

PLN Luncurkan Green Future Powered Today

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:30

Riki Sendjaja dan Petrus Halim Dikorek KPK soal Kredit Macet di LPEI

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:27

Juri LCC MPR Harus Minta Maaf Terbuka

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:21

Polisi Jaga Ratusan Gereja di Jadetabek

Kamis, 14 Mei 2026 | 15:14

Selengkapnya