Berita

gedung Kejaksaan Agung/net

Hukum

Jokowi, Jangan Pilih Jaksa Agung dari Parpol!

MINGGU, 02 NOVEMBER 2014 | 18:13 WIB | LAPORAN:

Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta tidak memilih Jaksa Agung yang berasal dari partai politik. Mengingat, rentan terjadi konflik kepentingan dalam penanganan kasus yang melibatkan internal partai tertentu.

"Kalau begitu, maka kasus yang mengenai partainya bisa dihentikan atau SP3," ungkap Mantan Direktur Penyidikan Kejaksaan Agung Chairul Imam dalam diskusi bertajuk 'Polemik Calon Jaksa Agung asal Parpol' di restoran Warung Daun, Cikini, Jakarta (Minggu, 2/10).

Menurutnya, jika presiden Jokowi ingin serius memberantas korupsi maka harus memilih Jaksa Agung dari internal kejaksaan.


"Kalau Jokowi ingin melancarkan kerjanya maka (Jaksa Agung) harus orang dalam," tegas Chairul yang telah mengabdi di Korps Adhiyaksa selama 38 tahun.

Diketahui, Presiden Jokowi masih mencari figur untuk mengisi jabatan Jaksa Agung. Banyak nama muncul di permukaan dari eksternal dan internal kejaksaan. Dari internal terdapat nama Plt. Jaksa Agung Andhi Nirwanto, Jampidsus Widyo Pramono, Kajati Jawa Barat Ferry Wibisono, Staf Ahli Jaksa Agung Farid Haryanto. Kemudian Ketua PPATK M. Yusuf, mantan Jamwas Marwan Effendi, dan mantan Jampidum H.M Prasetyo.

Sedangkan dari eksternal muncul nama mantan Ketua PPATK Yunus Husein, mantan anggota UKP4 Mas Achmad Sentosa, serta politisi PDI Perjuangan Trimedja Panjaitan.[dem]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya