Berita

ilustrasi/net

Hukum

Berantas Mafia Migas, Jokowi Harus Mulai dari Pertamina

SABTU, 01 NOVEMBER 2014 | 05:38 WIB | LAPORAN:

Janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberantas mafia migas patut diapresiasi. Namun, dia tidak bisa sendirian memberantas mafia lama maupun baru di sektor migas.

"Memberantas mafia migas bisa dimulai dari Pertamina. Selama ini Pertamina dituding sebagai sapi perah para mafia yang berlindung di balik tembok kekuasaan," ujar peneliti Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo kepada redaksi, Sabtu (1/11).

Menurutnya, sebagai perusahaan National Oil Company (NOC), sudah saatnya Pertamina diperkuat karena merupakan amanah pasal 33 UUD 1945.


"Tata kelola Pertamina sebagai perusahaan juga harus diperbaiki untuk mewujudkan prinsip clean and good corporate governance demi peningkatan kesejateraan rakyat," jelas Karyono.

Dia menambahkan, sebelum menunjuk jajaran direksi dan komisaris Pertamina yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini, perlu beberapa persyaratan yang harus diperhatikan Jokowi. Antara lain, direksi memiliki integritas dan amanah, memiliki kemampuan tata kelola migas dari hulu sampai hilir, bersih dari unsur nepotisme, serta proses seleksi dengan melewati fit and proper test dan melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Untuk menjaga independensi, profesionalisme, kontinuitas program yang baik dan percepatan transformasi kebijakan pemerintahan baru, alangkah baiknya Presiden Jokowi memprioritaskan figur dari internal Pertamina yang bersih, memiliki integritas dan kemampuan tata kelola migas," demikian Karyono. [why] 

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya