Berita

foto:net

Politik

"DPR PERJUANGAN"

Pengamat: KIH Harus Tiru Sifat Kesatria KMP

KAMIS, 30 OKTOBER 2014 | 14:33 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Koalisi Indonesia Hebat (KIH) ditambah PPP tidak legowo dalam menerima kenyataan. Fakta bahwa kubu Koalisi Merah Putih (KMP) telah menyapu bersih pimpinan komisi DPR harus bisa diterima dengan lapang dada.

"KIH harus lapang dada karena proses pemilihan telah berjalan secara sah," kata pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman dalam keterangannya, Kamis (30/10).

Jelas dia, meributkan pemilihan pimpinan komisi hingga ada rencana membuat DPR tandingan, menandakan ketidakdewasaan koalisi pendukung Jokowi-JK di parlemen. Bahkan jika itu jadi dibentuk, secara tidak langsung KIH telah memicu krisis politik yang semakin parah, dan akan berimbas pada pemerintahan Jokow-Jk.
 

 
"Perlu diingat, jika pimpinan DPR tidak berinisiatif untuk membentuk alat kelengkapan dewan (AKD) yang terus diulur oleh KIH, maka para anggota DPR tidak bisa bekerja dan hanya bisa makan, tidur dan ribut," tegas Jajat.

Jajat menilai, dengan dikuasainya pimpinan komisi DPR oleh KMP berarti oposisi dan pemerintah mempunyai kekuatan yang seimbang dan proses check dan balance antara keduanya akan berjalan lancar.

Ia pun mempertanyakan apa sebenarnya yang menjadi motivasi KIH membentuk DPR tandingan, apakah masih murni untuk melindungi pemerintahan Jokowi-JK atau hanya ketakutan kehilangan kekuasaan?

Menurut Jajat, jika anggota KIH terus menerus bertingkah seperti ini, maka slogan 'kerja, kerja dan kerja' yang diusung Presiden Jokowi akan hancur maknanya. KIH harus berusaha mengesampingkan kepentingan kelompok untuk rakyat, jangan terus menerus mengkhianati amanah rakyat yang telah memilih.

"Tidak perlu takut KMP mengganggu pemerintahan, sampai saat ini mereka terbukti kooperatif. KIH harus mampu meniru langkah kesatria yang telah ditunjukan anggota KMP, apa pernah KMP berwacana membuat pemerintah tandingan? Saya yakin tidak pernah," demikian Jajat. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya