Berita

Saint-Gobain Group

Perusahaan Bahan Bangunan Terbesar di Dunia Resmikan Pabrik Baru di Serang

KAMIS, 30 OKTOBER 2014 | 10:58 WIB | LAPORAN:

. Seiring dengan meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi dan kelas menengah di Indonesia, kebutuhan atas bahan bangunan pun semakin berkembang.

Untuk memenuhi permintaan pasar domestik yang terus meningkat, Gyproc sebagai unit usaha Saint-Gobain Group, perusahaan bahan bangunan terbesar di dunia, hari ini meresmikan pabriknya yang berlokasi di kecamatan Cikande, kabupaten Serang. Berdiri di atas lahan seluas 60.000 m2 dengan bangunan seluas 25.000 m2, pabrik ini hadir sebagai solusi interior yang inovatif dengan kualitas produk berstandar internasional.

"Masuknya Saint-Gobain ke Indonesia mencerminkan ambisi dan komitmen yang kuat dari Saint-Gobain Group untuk tumbuh dan berkembang bersama Indonesia," kata SVP Saint-Gobain and President of Construction Products Sector, Claude Imauven, beberapa saat lalu (Kamis, 30/10).


Menanggapi pernyataan dari Imauven terkait dengan masuknya investasi Saint-Gobain di Indonesia, General Delegate of Saint-Gobain APAC and Regional Managing Director of Construction Products APAC Javier Gimeno menambahkan bahwa setelah hadir di 64 negara di seluruh dunia, peresmian pabrik ini merupakan tonggak sejarah yang menandai pertumbuhan Saint-Gobain group di kawasan Asia Tenggara.

Menyerap 142 tenaga kerja lokal, pabrik  Cikande yang merupakan bagian dari divisi sektor Construction Products Saint-Gobain memproduksi gipsum dengan merek dagang Gyproc yang sudah ternama.

"Pabrik Gyproc di Cikande ini memiliki kapasitas produksi sebanyak 30Mm2 per tahun yang ditujukan khusus untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia, bukan untuk tujuan ekspor," ungkap Managing Director SGCPI Edward Loy.

Didirikan pada tahun 1665, Saint-Gobain Group dibagi dalam empat sektor bisnis yaitu Construction Products, Innovative Materials, Building Distribution dan Packaging. Di Indonesia, selain pabrik Gyproc yang baru saja diresmikan, Saint-Gobain juga memiliki pabrik Abrasif di Bekasi dan Surabaya serta pabrik Mortar di Cibitung dan Gresik. [ysa]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya