Berita

Afrasian: Jangan Main-main dengan Proyek Listrik Bandara Soetta

KAMIS, 30 OKTOBER 2014 | 06:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pemeriksaaan proses lelang proyek peningkatan kapasitas dan jaringan listrik (PKJL) di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) senilai Rp 920 miliar hingga kini belum menemui titik terang. Evaluasi yang seharusnya menemukan kejelasan terkait penanganan proyek ini justru dinilai sengaja didiamkan.

PT Angkasa Pura (AP) II sebelumnya telah mengirimkan surat permohonan kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk memeriksa dan meneliti proses tender proyek itu. Anehnya, sampai saat ini belum ada tindak lanjut terhadap evaluasi proyek tersebut. BPKP Provinsi Banten mengaku tidak ada menerima surat permohonan evaluasi dari otoritas Bandara Soetta.

Padahal, surat tertangal 15 Oktober 2014 ditandatangi langsung Dirut PT AP II Tri S Sunoko. Niat AP II untuk mengevaluasi proses lelang proyek itu dengan melibatkan tim BPKP seakan menjadi lips service lantaran tidak direspons pihak berkompeten.


Kasubag Umum BPKP Banten Pranoto membenarkan bahwa pihaknya tidak ada menerima surat dari AP II. Ketiak suratnya dicek ke Bagaian Pidana, surat tersebut juga tidak ditemukan. Dia hanya menyarankan agar wartawan menceknya ke BPKP pusat di Jalan Paramuka.

"Dari pembukuan yang kami punya tidak ada di sini surat masuk dari AP II. Bisa jadi suratnya ada di BPKP pusat. Kalau di sini suratnya tidak ada," kata pria yang akrab diapanggil Toto itu di Kantornya Jalan Hayam Wuruk, Selasa lalu (28/10).

Pengakuan BPKP Banten ini tentu bertolak belakang dengan penuturan dari Kepala Biro Hukum AP II Jaya Tahoma Sirait yang menyatakan telah mengirim surat itu ke BPKP Banten. Sebab, Bandara Soette itu ada di Tangerang, Provinsi Banten.

Aktivis Gerakan Anti Manipulasi (Geram) BUMN Afrasian Islamy meminta pihak AP II dan BPKP memberi perhatian khusus terhadap evaluasi proyek ini. Tim BKPK yang dilibatkan seharusnya sudah bekerja. Apalagi, proyek pengadaan listrik ini dinilai sangat vital karena bersentuhan dengan hajat hidup orang banyak.

"Baik AP II dan BPKP haru serius. Jangan main-main dengan proyek ini. Karena jika terjadi kesalahan atau persekongkolan, ini bisa berdampak kepada keselamatan orang banyak dan juga citra bandara Soetta," tandasnya di Jakarta, kemarin (Rabu, 29/10). [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya