Berita

abraham samad/net

Hukum

Tjahjo Kumolo Salah Satu yang Tidak Disarankan KPK?

Lebih dari Sepuluh yang Dapat Tanda Minus
SENIN, 27 OKTOBER 2014 | 19:04 WIB | LAPORAN:

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, masuk catatan khusus Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tjahjo mendapat tanda ketika KPK diminta Presiden Joko Widodo untuk ikut melakukan pertimbangan kandidat menteri.

Sekjen DPP PDI Perjuangan itu masuk catatan khusus KPK karena sudah 13 tahun tidak melaporkan harta kekayaannya selaku penyelenggara negara, dalam hal ini selaku anggota DPR RI dari PDI Perjuangan.

"Iya, ada catatan," kata Ketua KPK, Abraham Samad, di kantor KPK Jakarta, Senin (27/10).


KPK, kata Samad, tidak ujug-ujug memberikan catatan khusus. Menurutnya, Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) merupakan salah satu unsur pertimbangan KPK dalam menelusuri track record calon-calon menteri yang dikantongi Jokowi.

Sayangnya, Samad masih enggan menjelaskan secara rinci apa kategori warna yang diberikan KPK kepada Tjahjo.

"Kan catatan bertingkat, ada degradasi rendah, menengah. Ada yang masuk zona rendah, zona kuning, tapi ada juga yang masuk zona merah. Yang masuk rendah, ada catatan kecil," terang dia.

Soal siapa saja menteri yang diberi tanda oleh KPK, Samad masih merahasiakannya. Tapi, ada sekitar 10 menteri yang mendapat tanda atau catatan khusus dari KPK.

"Ada beberapa yang kami kasih catatan, cuma kan mohon maaf saya agak lupa karena ada 80 nama dan dari 80 itu lebih dari sepuluh diberikan tanda minus, bukan delapan nama," demikian Samad.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo mengatakan ada delapan nama kandidat menteri yang diberikan tanda atau tidak disarankan oleh KPK dan PPATK untuk menjadi menteri. [ald]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya