Berita

jokowi-jk/net

Politik

Harapan Tetap Ada Meski Kabinet Kerja Penuh Catatan Hitam

SENIN, 27 OKTOBER 2014 | 17:30 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kabinet Kerja sudah diumumkan oleh Presiden Joko Widodo. Meskipun sejumlah nama menteri diprotes oleh berbagai kelompok masyarakat karena track record yang kurang bagus, tetapi tetap ada harapan malah menjadi "jamu pahit" yang meski rasanya tidak enak tetapi khasiatnya manjur.

Dalam rilis bersamanya, Ketua Umum Jaringan Kemandirian Nasional (Jaman) Antonius Iwan Dwi Laksono dan Ketua Umum Komite Rakyat Nasional (Kornas) Abdul Havid Permana, menyatakan masih percaya terhadap Presiden Joko Widodo yang telah memilih dan melantik para pembantunya. Mereka diharapkan mampu menjalankan roda pemerintahan Republik Indonesia sesuai dengan pedoman TriMisi (bersih dari korupsi, pro kedaulatan dan kemandirian, serta menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia).

Mereka menyadari, di media massa dan media sosial, beberapa menteri mempunyai catatan buruk. Misalnya, Rini M. Soemarno pernah diperiksa KPK pada Juni 2013 karena dianggap mengetahui seputar proses pemberian Surat Keterangan Lunas (SKL) beberapa obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Arief Yahya saat menjabat Dirut PT Telkom pernah menjual anak perusahaan Telkom, yaitu PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) ke TBIG (punya WS Trenggono). Arief menjadikan BUMN itu kehilangan kendali terhadap Mitratel sebab perjanjian penjualan tersebut disertai persetujuan Telkom untuk melepas kendali manajemen penuh kepada TBIG.


"Ini menjadi catatan bagi kami semoga di masa mendatang tidak akan terjadi lagi. Hal ini tidak menjadikan kami menyurutkan langkah untuk mundur atau tidak mendukung Presiden Joko Widodo lagi, malah membuat semakin bersemangat untuk mengusulkan daftar inventaris program (DIP) kerakyatan," ujarnya.

Dalam berjalannya Kabinet Kerja, mereka berharap Joko Widodo dan Jusuf Kalla tetap mempunyai jiwa Trisakti dan menjalankan Nawa Cita. [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Legislator Gerindra Dipanggil Majelis Kehormatan Usai Viral Main Game saat Rapat

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:19

Emas Antam Ambruk, Satu Gram Dibanderol Rp2,81 Juta

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:10

Di Forum BRICS, Sugiono Kenang Empat TNI Gugur dalam Misi Perdamaian Lebanon

Jumat, 15 Mei 2026 | 12:02

Pengamat: Kombinasi Sentimen Global Bikin Rupiah Tersungkur

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:29

Jakarta Masih Ibu Kota Kabar Baik untuk Masa Depan Indonesia

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:23

ARUKKI Surati Ketua KPK, Minta Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Diperiksa

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:16

Jemaah Haji Lansia dan Sakit Tetap Raih Pahala Meski Beribadah di Hotel

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:09

Resmi Masuk RI! Ini Spesifikasi dan Harga MacBook Neo, Laptop Termurah Apple

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:03

PKB Gagas Reformasi Perlindungan Santri Lewat Temu Nasional Ponpes

Jumat, 15 Mei 2026 | 11:01

Di Balik Pelemahan Rupiah, Ada Tekanan Besar pada Ekonomi Domestik

Jumat, 15 Mei 2026 | 10:51

Selengkapnya