Berita

foto:RM

Politik

Kabinet Jokowi Melukai Hati Rakyat

SENIN, 27 OKTOBER 2014 | 00:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan kabinetnya di Istana Merdeka Jakarta, Minggu sore (26/10). Kabinet yang diberi nama 'Kabinet Kerja' itu terdiri dari 34 kementerian, dengan empat menteri koordinator.

Dosen ilmu politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago (Ipang) mengatakan susunan kabinet Jokowi melukai hari rakyat. Karena ada beberapa orang yang diangkat jadi menteri bukan atas pertimbangan kapasitas dan kompetensi keahlian seperti Susi Pudjiastuti, dan Rini Soemarno yang ditolak publik karena diduga terlibat dalam kasus BLBI dan mark up Sukhoi.

"Susi Pudjiastuti menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan, betul-betul Jokowi menampar wajah publik, ia kurang tepat menjadi menteri," ujar Ipang kepada , Senin (27/10).


Menurutnya, banyak stok menteri yang pantas mengisi pos Kementerian Kelautan dan Perikanan. Di kampus pasti banyak pakar/guru besar di bisang kelautan dan perikanan. Mereka orang hebat jangan disimpan di gudang.

Jelas Ipang, terpilihnya pemilik maskapai penerbangan Susi Air tersebut menjadi menteri membuat publik kecewa besar, bukan hanya karena pendidikannya yang tamat SMA. Tapi yang diragukan bagaimana pengalaman dan sepak terjangnya fokus mengurus laut dan ikan, kemudian pada bab yang sama ada bisnis yang mengiurkan jelas menguntungkan perusahaan miliknya.

"Jokowi menunjuk Susi Pudjiastuti menurut saya bukan alasan atau pertimbangan kapasitas dan kompetensi keahlian, kemungkinan alasan nomor satu menunjuknya adalah alasan donatur pilpres. Teori relasi kawin silang antara penguasa (elite) dengan pengusaha (aktor ekonomi)," imbuhnya.

Sementara Rini Soemarno yang didapuk jadi Menteri BUMN membuat masyarakat bertanya-tanya. Pasalnya, publik plus relawan jelas-jelas menolak Rini Soemarno masuk dalam kabinet Jokowi-JK karena diduga terlibat banyak kasus, seperti kasus BLBI dan mark up Sukhoi.

"Terindikasi mafia dan praktik tindak pidana korupsi. Aneh bin ajaib kok KPK nggak ngasih tanda merah terhadap Rini Soemarni. Rini tak pantas jadi menteri kabinet kerja yang semboyannya adalah Trisakti. Ini betul-betul melukai hati rakyat. Walaupun saya harus jujur juga, masih ada menteri bersih dan punya kapasitas di Kabinet Kerja Jokowi," tandas peneliti di Nusantara Institute ini. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya