Berita

ilustrasi/net

Hukum

Kerabat Bonaran Diperiksa KPK Terkait Dokumen Hasil Sitaan

KAMIS, 23 OKTOBER 2014 | 16:46 WIB | LAPORAN:

Konsultan hukum, Thomson Situmeang, diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai sejumlah dokumen terkait dugaan suap penanganan sengketa Pilkada Tapanuli Tengah (Tapteng) di Mahkamah Konstitusi (MK).

Dokumen itu, aku Thomson, merupakan hasil penyitaan dari penggeledahan yang dilakukan oleh tim dari KPK beberapa waktu lalu di Gedung Pusat Alkitab Lantai 9 Unit 901 Jalan Salemba Raya No 12, Senen, Jakarta Pusat.

"Lanjutan kemarin. Dikonfirmasi dokumen yang disita dari kantor," kata Thomson usai diperiksa di Kantor KPK Jakarta, Kamis (23/10).


"Saya ditanya soal dokumen pemutusan kuasa klien, saya sudah jelaskan itu ke penyidik," sambung dia.

Dalam kesempatan ini, Thomson membantah dirinya merupakan adik kandung Raja Bonaran Situmeng. Menurut Thomson dirinya hanya memiliki kekerabatan marga dengan Bupati Tapteng tersebut.

"Saya bukan adik kandung Bonaran. Saya kakeknya Bonaran, kakek dari leluhur," tegasnya.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Raja Bonaran Situmeang sebagai tersangka kasus dugaan suap dalam perkara sengketa Pilkada Bupati Tapteng di MK. Penetapan tersangka terhadap Bonaran Situmeang adalah hasil pengembangan penyidikan yang dilakukan KPK terkait kasus dugaan suap sengketa Pilkada di MK yang sebelumnya sudah menyeret mantan Ketua MK, Akil Mochtar dan sejumlah kepala daerah.

Bonaran lalu dijebloskan KPK ke tahanan pada Senin, 6 Oktober 2014. Bonaran disangkakan melanggar Pasal 6 ayat 1 huruf a UU 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Penetapan tersangka Bonaran menambah deretan kepala daerah yang terjerat kasus dugaan suap sengketa Pilkada di MK. Sebelumnya tercatat yang ditetapkan tersangka menyangkut kasus dugaan suap sengketa Pilkada di MK antara lain Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, Bupati Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Hambit Bintih dan Wali Kota Palembang, Romi Herton. [ald]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan di Mashhad

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:21

Wall Street Ditutup Menguat Didorong Harapan Negosiasi Iran-AS

Jumat, 10 Juli 2026 | 08:08

Terjaring OTT KPK, Bupati Sukoharjo Diduga Peras Perangkat Daerah

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:50

Menkes Budi Ajak Kreator Jadikan Pola Makan Sehat Sebagai Tren Baru

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:45

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jakarta Dicecar KPK soal Pengadaan Rel di DJKA

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:32

Harga Emas Melonjak Didorong Aksi Bargain Hunting dan Sentimen Geopolitik

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:21

Sentimen AI Pulihkan Bursa Eropa, STOXX 600 Menguat

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:12

OTT di Solo Raya: Selain Bupati Sukoharjo KPK Juga Amankan 4 Orang Lainnya

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:04

Ekonomi NTB Tumbuh 13,64 Persen, Peluang Lahirnya Inovasi Anak Muda Kian Terbuka

Jumat, 10 Juli 2026 | 07:01

Kepindahan Narji dari PKS ke PSI Dianggap Kutu Loncat Gurem

Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58

Selengkapnya