Berita

indra/net

Politik

Tindaklanjuti Calon Menteri Bermasalah untuk Tangkal Anggapan KPK Berpolitik

KAMIS, 23 OKTOBER 2014 | 14:22 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden Jokowi diminta tidak memilih orang bermasalah jadi menteri, dan KPK harus segera memproses nama-nama yang diberi tanda merah dan kuning.

Ketua Presidium Indonesia Justice Care (IJC) Indra, SH. MH mengatakan Jokowi-JK dipilih dengan berjuta harapan untuk Indonesia yang lebih baik, bersih dan sejahtera. Janji-janji kampanye pilpres lalu akan terefleksi dalam pembentukan kabinet dan pemilihan menteri.

"Saatnya membuktikan komitmen bersih Jokowi-JK. Saatnya membuktikan koalisi tanpa syarat. Buktikan komitmen mewajibkan menteri tidak boleh merangkap jabatan di partai. Oleh karena itu Jokowo-JK tidak boleh ragu untuk mencoret nama-nama bermasalah," tegas Indra kepada , Kamis (23/10).


Menurutnya, legitimasi Jokowi-JK ada pada rakyat Indonesia yang akan mendukung dan membelanya selagi mereka tidak ingkar dengan janji kampanyenya. Oleh karena itu jangan takut rongrongan pihak-pihak berkepentingan yang memaksakan nama-nama bermasalah. Masih sangat banyak anak bangsa yang berkualitas, berkomitmen baik dan bersih yang layak mendampingi Jokowi-JK membangun Indonesia lebih baik.

Politisi PKS ini menambahkan, hal lain yang tidak kalah penting dalam hingar bingar penyusunan kabinet adalah penyataan Ketua KPK Abraham Samad yang pada intinya menerangkan tanda merah dan kuning adalah orang-orang diduga bermasalah yang sangat mungkin apabila dipaksakan jadi mentri maka kemungkinan usia tugasnya tidak akan lama, karena berpotensi jadi tersangka.

"Pernyataan Ketua KPK tersebut sangatlah serius. Oleh karena itu saya mendesak Jokowi-JK tidak memilih nama-nama tersebut, dan juga mendesak KPK jangan hanya memberikan rekomendasi alias tanda merah. KPK juga harus segera menindaklanjuti nama-nama tersebut pada tahap penyelidikan/penyidikan," ungkap Indra.

"Saya percaya KPK profesional, tapi apabila KPK tidak memproses nama-nama berlabel merah tersebut, maka saya khawatir akan muncul anggapan KPK hanya berpolitik dan menjadi alat politik untuk menjegal dan menggolkan calon mentri tertentu," tambah mantan anggota DPR ini. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya