Berita

Olahraga

Ketua KONI Pusat Janji Selesaikan Dualisme Cabor Berkuda

KAMIS, 23 OKTOBER 2014 | 11:12 WIB | LAPORAN:

Dualisme pengelolaan dan pembinaan berkuda ketangkasan (equestrian) tampaknya akan segera berakhir. Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman, menjanjikan segera menyelesaikan permasalahannya.

"Kita kembalikan saja kepada ketentuan seperti yang tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI Pusat," ungkap Tono Suratman,  belum lama ini.

Tono Suratman menghadiri acara press-conference terkait penyelenggaraan kejuaraan berkuda 'Cinta Indonesia Open (CIO)' VIII-2014, yang akan diadakan 30 Oktober-2 November mendatang di APM Equestrian & Boarding School, Tigaraksa, Tangerang. Tono hadir atas undangan Triwatty Marciano, pemilik APM Stable sekaligus presiden event organizer equestrian Indonesia.


Turut menghadiri acara ini, Ketum PP Podasi Mohammad Chaidir Saddak, Ketua Umum Equestrian Indonesia (Eqina) Jose Rizal Partokusumo, sekjen Eqina Dewi Anggraeni, serta Bibit Sucipto dan Albert 'Abe' Pelealu, pengurus Eqina lainnya.

Event organizer equestrian Indonesia adalah 'wadah' yang kini menjadi penyelenggara berbagai kejuaraan equestrian setelah APM Stable secara resmi keluar dari EFI, federasi equestrian Indonesia yang secara resmi masih menjadi 'national federation/NF' dari Federasi Equestrian Internasional (FEI).

APM STable semula menjadi penyokong/pendukung utama EFI, yang dipimpin oleh Irvan Gading. Setelah tak lagi disokong oleh APM Stable, EFI otomatis sudah kehilangan anggotanya.

"Anggota EFI hanya Gading Stable," kata Jose Rizal Partokusumo.

Tono Suratman mengakui, untuk menjadi anggota KONI Pusat, salah satu persyaratannya adalah cabor tersebut minimal mempunyai 10 kepengurusan di daerah (pengda/pengprov). Persyaratan tersebut tertuang dalam AD/ART KONI Pusat.
Masalahnnya, sejak EFI terbentuk resmi tahun 2010, hingga secara luar biasa disahkan sebagai anggota KONI Pusat pada pertengahan tahun lalu, EFI belum berhasil membentuk satu kepengurusan di daerah.

Di sisi lain, hampir seluruh klub berkuda ketangkasan yang berjumlah 38 sejak awal menolak keberadaan EFI, tetap memilih berhimpun dengan Eqina yang berafiliasi dengan PP Pordasi.

"Saya setuju dengan solusi yang disampaikan pak Tono Suratman, yakni menyelesaikan permasalahannya berdasarkan AD/ART yang berlaku," kata Mohammad Chaidir Saddak, ketum PP Pordasi.
Menurut Triwatty Marciano, penyelesaian dualisme ini bisa dilakukan secepatnya.

"Harus secepatnya, soalnya kita menghadapi SEA Games 2015," kata pemilik APM Stable itu.[wid]


Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

UPDATE

Koops TNI Papua Gelar Baksos di Panti Asuhan Santa Susana Mimika

Rabu, 11 Maret 2026 | 02:09

Mahfud MD Usul Fraksi DPR Dibikin Dua Blok

Rabu, 11 Maret 2026 | 02:00

Wakapolri Ingin Setiap Kebijakan Polri Bisa Dipertanggungjawabkan secara Ilmiah

Rabu, 11 Maret 2026 | 01:33

Jimly Asshiddiqie Usul Masa Jabatan KPU seperti MK

Rabu, 11 Maret 2026 | 01:20

Iran Menolak Tunduk kepada Trump

Rabu, 11 Maret 2026 | 01:09

Inilah 11 Pimpinan Baru Baznas

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:40

Cara Licik Fadia Arafiq Korupsi

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:25

Setara Institute Catat 221 Pelanggaran KBB Sepanjang 2025

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:15

Operasional TPST Bantargebang Ditargetkan Pulih dalam Sepekan

Rabu, 11 Maret 2026 | 00:01

Pramono-Rano Berhasil Tuntaskan PR Pemimpin Terdahulu

Selasa, 10 Maret 2026 | 23:29

Selengkapnya