Berita

Publika

Surat Cinta Untuk Pak SBY

SELASA, 21 OKTOBER 2014 | 08:16 WIB

MUNGKIN Bapak tidak pernah mengenal kami, tapi ketahuilah bahwa kami sangat mengenal Bapak. Kami selalu mengikuti sepak terjang yang dilakukan Bapak. Anggap saja sepenggal kata cinta yang kami sampaikan ini menjadi perwakilan dari sekian juta pemuda Indonesia.

Kami bukan anak muda yang pandai merangkai kata atau pun membahasakan selaksa peristiwa melalui pena. Kami hanya berusaha berbagi apa yang kami pikirkan, apa yang kami amati, dan apa yang kami rasakan.

Perpisahan seharusnya menjadi waktu yang mengharukan, tapi, apakah kami harus ikut haru? Bukankah kami akan menyambut hal yang baru untuk negeri ini?


Ah, tetap saja, semua basa basi ini terkesan sulit. Di depan sana, ada pengganti Bapak yang juga dipilih oleh lebih dari 50 persen rakyat Indonesia. Namun, hati kami tetap saja sulit melepaskan semua kenangan yang bapak torehkan pada negeri ini.

Bapak Presiden yang kami hormati,

Kami semua Rakyat Indonesia tahu bahwa lebih dari separuh dari usiamu kau abdikan untuk Ibu Pertiwi. Sepuluh tahun kau mengabdi menjadi pelayan kami yang mengayomi dan melindungi kami dengan sepenuh hati. Loyalitas, perjuangan dan ketulusanmu tak perlu diragukan. Kapanpun, dimanapun dan dalam keadaan yang bagaimanapun engkau senantiasa mengabdi dengan sepenuh hati. Ini membuat kami tetap simpati dan percaya bahwa Bapak masih menjadi yang terbaik bagi negeri ini.

Bapak Presiden yang kami hormati,

Kami akui, kau kuat di segala hal. Di sela-sela kesibukan dalam keseharianku, tak sedikit kulihat dari mereka mencaci dan menghujatmu. Aku tau kau mendengarkan. Aku juga tau kau merasakan. Sebagai seorang manusia biasa, aku juga paham kalo kau marah akan hal-hal itu. Tapi kau memilih diam Presidenku, kau memilih diam dan memendam semuanya.

Walau kutahu di hatimu yang paling dalam pasti tersimpan amarah, kesedihan bahkan tangisan yang tak semua orang bisa merasakan apalagi mendengarnya.

Namun di saat hatimu sedang miris, seorang malaikat seolah selalu menguatkanmu dan selalu berkata “Hey kau, mereka menghujatmu, mereka juga mencacimu. Tetapi mereka sangat membutuhkanmu. Apakah engkau ingin membiarkan mereka kelaparan, kehausan dan kedinginan? Mereka membutuhkan ketulusan hatimu untuk terus membuktikan bahwa engkau akan selalu ada untuk mereka”.

Di saat itulah engkau sadar bahkan lupa akan kebutuhan pribadimu. Tak teratur makan, tak cukup tidur, tak pernah berbagi waktu untuk keluarga hanya karena ingin melihat rakyatmu tertawa dan senang. Sekali lagi, kami bangga padamu.

Bapak Presiden yang kami hormati,

Maafkan kami jika kami hanya bisa menghujat tanpa memberi solusi yang tepat. Maafkan kami jika kami hanya bisa mengkritik tanpa aksi. Maafkan kami jika kami hanya bisa menggunjingkanmu di warung-warung kopi tanpa pernah turut bergerak untuk membangun negeri ini.

Kami sadar, bahwa seorang pemimpin bangsa tak akan pernah bisa menyenangkan hati seluruh rakyatnya. Kami sadar bahwa bapak punya keterbatasan seperti halnya manusia biasa. Kami sadar bahwa bapak bukanlah dewa yang bisa mensejahterakan negeri ini dalam hitungan jari.

Sepuluh tahun sudah bapak mengabdi untuk kami, kami benar-benar melihat negeri ini berubah menjadi lebih baik.

Bapak Susilo Bambang Yudhoyono,

Terimakasih sudah memimpin Indonesia selama satu dekade. Meskipun dengan berat hati, kami harus merelakan Bapak untuk pergi. Namun, kami percaya bahwa Bapak akan terus mengabdi pada negeri ini dengan berjuta cara lain. Pengabdian Bapak akan terus menjadi kenangan indah bagi bangsa Indonesia.

Terima kasih atas segala perjuanganmu terhadap bangsa ini. Selamat purna tugas Jenderal Besar. Semoga Bapak dan keluarga selalu dalam lindungan Allah SWT.

Yulianto Baliztik
Diambil dari laman Facebook SBY.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya