Berita

joko widodo/net

Politik

Jika Benar Tidak Pro Pasar, Kabinet Jokowi Layak Gunakan Nama Trisakti

SELASA, 21 OKTOBER 2014 | 06:26 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Peneliti Lingkar Studi Perjuangan (LSP) Gede Sandra menyambut baik langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menekankan kabinetnya akan diisi oleh orang-orang yang pro rakyat, bukan pro pasar.

Gede Sandra mengatakan, jika benar demikian (tidak pro pasar), maka sangat lah layak kabinet Jokowi dinamakan Kabinet Trisakti. Dengan tidak mengambil haluan ekonomi pasar, maka kabinet tersebut sudah konsisten menerapkan salah satu sakti, yaitu berdikari dalam ekonomi.

"Karena itu lah sebailiknya tidak boleh ada para akademisi dan ekonom penganjur pasar bebas seperti Sri Mulyani, Chatib Basri, Kuntoro Mangkusubroto dan Darmin Nasution dalam kabinetnya. Akan sangat sulit bagi Jokowi untuk wujudkan Trisakti dengan keberadaan mereka yang didukung oleh lembaga-lembaga internasional penyokong neoliberalisme seperti Bank Dunia dan IMF maupun oleh negara-negara Barat seperti Amerika Serikat, Australia, Inggris dan lain-lain," kata dia kepada , Selasa (21/10).


Gede Sandra mengingatkan, bahwa sambutan ratusan ribu rakyat jelata yang memadati jalanan sepanjang Senayan hingga Monas kemarin (Senin, 20/10) adalah bukti bahwa rakyat berharap bahwa arah Kabinet Jokowi mendatang pro terhadap peri kehidupan mereka, bukan terhadap pasar. Karena, menurut peraih magister ilmu ekonomi UI ini, "pasar" yang sebenarnya diisi oleh segelintir elit pemilik modal yang jumlahnya kurang dari 1 persen dari keseluruhan rakyat ini (namun menguasai 50 persen kekayaan dunia- Credit Suisse 2014) tidak akan sanggup menggerakkan kekuatan massa yang sangat besar dan tulus seperti fenomena kemarin.

"Bandingkan saja dengan SBY yang pro pasar sepanjang 10 tahun pemerintahannya, hanya ratusan murid sekolah saja yang berdiri melepasnya (dari jabatan Presiden) di sepanjang Cibubur hingga Cikeas sore kemarin. Itupun terkesan sekali bahwa ada semacam mobilisasi paksa terhadap para murid sekolah ini, sangat tidak natural. Oleh karena itu jangan sampai kelak Jokowi di ujung pemerintahannya juga mengalami nasib semacam SBY (ditinggalkan rakyat), jika akhirnya kelak mengikuti jalan SBY mengambil arah ekonomi pasar," ungkap Gede Sandra.

Ia menambahkan, nama-nama tokoh yang disebut menganut pasar bebas, ternyata juga memiliki masalah dalam integritasnya saat menjabat. Sri Mulyani disebut bermasalah dalam hal skandal pajak Paulus Tumewu (Bos Ramayana Group) yang merugikan negara ratusan miliar rupiah dan Skandal Century yang merugikan negara triliunan rupiah. Darmin Nasution bermasalah dalam hal kasus pajak PT Surya Alam Tunggal (SAT) yang melibatkan Gayus Tambunan, skandal pajak Paulus Tumewu (Bos Ramayana Group) yang merugikan Negara ratusan miliar rupiah, dan hilangnya potensi penerimaan pajak sebesar Rp 64 triliun sepanjang tahun 2006-2007 (berdasarkan data Sekjen Asosiasi Pembayar Pajak Sasmito Hadinegoro). Sedangkan Kuntoro Mangkusubroto bermasalah dalam hal digadainya kedaulatan pembuatan draft UU Migas kepada USAID demi hibah 20 juta dolar AS pada tahun 1999. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya