Keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) kini kembali menyatu.
Pengurus Besar HMI mencatat peristiwa bersejarah bagi HMI, melalui kedua kepengurusan PB HMI versi Kongres Jakarta melalui ketua umumnya Muhammad Arief Rosyid Hasan dan versi Kongres Malang melalui sekretaris jenderalnya Muhammad Chairul Basyar menorehkan tinta emas, dengan mencatatkan sebagai inisiator HMI SATU dalam kepengurusan satu mandataris kongres, yaitu Mandataris Kongres Jakarta yang ketua umumnya adalah Muhammad Arief Rosyid Hasan.
Peristiwa bersejarah tersebut ditandai dengan penyerahan Akta Notaris serta struktur kepengurusan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan rasa sayang terhadap HMI yang telah banyak mencetak tokoh-tokoh bangsa oleh Chairul Basyar kepada Arief Rosyid Hasan tanpa syarat.
Dalam keterangan persnya, Chairul Basyar menjelaskan keputusan penyerahan kepengurusan kepada Arief Rosyid Hasan adalah keputusan mulia dan niatan yang baik serta keputusan seluruh pengurus agar tidak terjadi dualisme lagi di tubuh PB HMI.
"Penyerahan kekuasaan kepada ketum Arief Rosyid Hasan ini adalah niatan mulia dan kebesaran hati seluruh pengurus PB HMI Kongres Malang untuk tidak ingin lagi melihat PB HMI terpecah, karena ini baik buat organisasi," kata Ilunk sapaan akrab Chairul Basyar, Minggu (19/10).
Disisi lain proses penyerahan kekuasaan ini juga akan menjawab segala persoalan dualisme cabang di daerah untuk segera melakukan hal yang sama (unifikasi). Agar ke depan ini menjadi pelajaran berharga buat seluruh komponen HMI terhadap dualiasme dimana tradisi berbesar hati dan mengakui itu telah lama pudar dalam karakter kader HMI semoga ini menjadi tradisi yang baik.
Seperti diketahui sebelumnya Kongres HMI mengalami gejolak sehingga menghasilkan dua kepengurusan, versi Kongres Jakarta dan Kongres Malang yang berimbas pada dualisme sampai ke cabang-cabang bahkan komisariat. Atas dasar itulah PB HMI Chairul Basyar dan seluruh pengurus menginisiasi gagasan besar penyerahan Kekuasaan tanpa syarat kepada Mandataris Kongres Jakarta Arief Rosyid Hasan. Proses ini memakan waktu yang cukup lama karna harus dibicarakan dari level struktur masing-masing kepengurusan daerah hingga pusat.
"Namun alhamdulillah hari ini terlaksanana. Ini sejarah HMI, ini langkah besar dan niatan baik untuk kemajuan organisasi," tambah Ketua Bidang Pembinaan Aparatur Organisasi (PAO) PB HMI, Ibrahim Jumati.
Ketua bidang PAO kedua belah pihakpun sepakat bahwa cabang-cabang dualisme di daerah dianggap melebur dalam satu kepengurusan di bawah kepemimpinan Arief Rosyid Hasan sebagai satu-satunya ketua umum PB HMI.
Jadi pasca proses penyerahan kekuasaan PB HMI ini tidak ada ketua umum selain Arief Rosyid Hasan. Jika ada lagi yang mengaku sebagai ketua umum PB HMI maka itu adalah ilegal dan bisa dipolisikan karena landasan keabsahan sebagai pengurus besar telah diserahkan kepada Arief Rosyid Hasan.
"Dengan penyerahan ini kepengurusan PB HMI versi Kongres Malang secara otomatis telah bubar," tandas Roy Morado Siregar (Pengurus Besar HMI versi Kongres Malang) menambahkan.
[rus]