Berita

dubes ri jong ryul

Korea Utara Tidak akan Kirim Pejabat Top Hadiri Pelantikan Jokowi

MINGGU, 19 OKTOBER 2014 | 10:32 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Korea Utara tidak akan mengirimkan pejabat tinggi negara itu untuk menghadiri pelantikan Joko Widodo dan Jusuf Kalla hari Senin besok (20/10).

Penegasan ini kembali disampaikan pihak Kedutaan Besar Republik Demokratik Rakyat Korea di Jakarta kepada redaksi beberapa saat lalu (Minggu, 19/10).

Dalam pertemuan dengan sejumlah jurnalis Indonesia hari Kamis (16/10), Dubes Korea Utara, Ri Jong Ryul, mengatakan sebenarnya Korea Utara memiliki keinginan mengirimkan delegasi untuk menghadiri pelantikan Jokowi. Dubes Ri pun sempat menghubungi Pyongyang agar mengirimkan delegasi dimaksud.


Namun keinginan itu dibatalkan setelah pihak Kementerian Luar Negeri RI menyatakan bahwa kehadiran tamu-tamu dari luar negeri dalam pelantikan Jokowi bersifat voluntarily atau sukarela, serta tidak ada undangan khusus yang dikeluarkan pihak Kemenlu RI.

“Kabar itu (Korut mengirimkan pejabat tinggi untuk menghadiri pelantikan Jokowi) tidak benar,” ujar Konselur Kedubes Korut Choe Hui Chol, beberapa saat lalu.

Ketidakhadiran pejabat Korut dalam pelantikan Jokowi tidak akan berimplikasi pada hubungan baik kedua negara.

Bagaimana pun juga, Korea Utara adalah negara pertama yang mengirimkan pejabat tinggi untuk bertemu langsung dengan Jokowi di Jakarta setelah kemenangan Jokowi dalam Pilpres 2014 semakin tampak nyata di depan mata. Pertengahan Agustus lalu, Menlu Korut Ri So Jong menyempatkan diri menemui Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Menlu Ri menyampaikan salam hangat dari Marshal Kim Jong Un. Menlu Ri juga mengundang Jokowi berkunjung ke Korut.

Dalam pertemuan itu juga disepakati sejumlah agenda yang akan dikerjakan kedua negara untuk memperkuat hubungan baik selama ini. Dalam waktu tidak lama lagi, Indonesia akan mengirimkan delegasi bisnis ke Pyongyang. Selanjutnya, Korut juga akan mengirimkan delegasi bisnis ke Indonesia.

Dubes Ri beberapa waktu lalu mengatakan bahwa Indonesia dan Korut akan bekerjasama di sektor energi listrik dan obat-obatan herbal.

Informasi lain yang diperoleh redaksi menyebutkan bahwa sejak 1999 pihak Indonesia menjadi konsumen kapal-kapal laut berukuran 1.000 hingga 5.000 ton buatan Korut. Kapal-kapal itu memiliki kemampuan menahan gelombang berukuran besar. [dem]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Tembok Pertahanan Persib Kunci Sukses Juara Paruh Musim

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:36

Tabur Bunga Dharma Samudera

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:19

Realisasi Investasi DKI Tembus Rp270,9 Triliun Sepanjang 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:59

Pemerintah Tidak Perlu Dibela

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:40

SP3 Eggi Sudjana Banjir Komentar Nyinyir Warganet

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:12

TNI AL Bentuk X Point UMKM Genjot Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:49

Perkara Ijazah Palsu Jokowi jadi Laboratorium Nasional di Bidang Hukum

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:27

Trump Resmikan Dewan Perdamaian Gaza Bergaya Kolonial

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:01

TNI Boleh Urus Terorisme sebagai Kelanjutan Polri

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:45

Politikus PKB Minta Jangan Ada Paranoid soal Pilkada Via DPRD

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:20

Selengkapnya