Berita

jokowi/smh

Dunia

Perbaiki Hubungan dengan Australia, Jokowi Akan Perketat Isu Kedaulatan

SABTU, 18 OKTOBER 2014 | 14:21 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden terpilih Joko Widodo berjanji untuk melakukan pendekatan yang lebih berat kepada Australia terkait isu kedaulatan dalam pemerintahnnya mendatang.

Berbicara secara ekslusif dengan Fairfax media yang dikutip Sydney Morning Herald (Sabtu, 18/10), Jokowi menuturkan bahwa pihaknya berencana memperkuat hubungan dengan Australia, termasuk dalam sektor militer dan intelijen. Namun ia menggarisbawahi bahwa dirinya akan menitikberatkan isu kedaulatan dalam hubungan kedua negara.

Jokowi menyuarakan keprihatinannya atas kebijakan unilateral dan konfrontatif Australia terkait pencari suaka. Ia juga prihatin soal kemungkinan masuknya kapal Angkatan Laut Australia ke wilayah perairan Indonesia tanpa ijin seperti yang terjadi dalam lima kesempatan tahun lalu.


"Kami memiliki hukum internasional, Anda harus menghormati hukum internasional," katanya.

Jokowi menyebut, ia akan kembali membangun hubungan keamanan dengan Australia yang terganggu dalam serangkaian perselisihan diplomatik kedua negara terkait sejumlah isu beberapa waktu belakangan.

Bukan hanya itu, Jokowi juga berjanji untuk mendorong jalan baru bagi terciptanya kerjasama keamanan kedua negara yang bisa memberikan manfaat bukan hanya bagi Australia tapi juga bagi Indonesia, termasuk dalam memerangi terorisme.

Selain itu, Jokowi juga berjanji untuk mengambil peran dalam menengahi perselisihan teritorial di Laut China Selatan.

"Dua pertiga wilayah Indonesia adalah laut, air, di Laut China Selatan saya pikir Indonesia bisa bertindak sebagai perantara yang jujur," jelas mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Selain di sektor keamanan dan kedaulatan itu, Jokowi juga bersiap melakukan sejumlah langkah demi memperbaiki sektor perdagangan, investiasi, dan hubungan personal dalam hubungan bilateral dengan Australia.

Ia juga siap meningkatkan hubungan dalam sektor pendidikan, seperti pengiriman pelajar-pelajar Indonesia untuk belajar di Australia.

"(Hubungan) bisnis ke bisnis dan orang ke orang adalah penting," kata Jokowi.

"Kita akan mengirimkan pelajar-pelajar dari sini ke Australia," sambungnya.

Ia juga mengajak warga Australia untuk menjelajahi Indonesia selaun Bali.

Sementara itu menurut Director of Melbourne University's Centre for Indonesian Law, Islam and Society, Professor Tim Lindsey, terpilihnya Jokowi sebagai presiden Indonesia selanjutnya merupakan kesempatan baik untuk memperbaiki hubungan kedua negara yang memburuk sejak pemerintahan Perdana Menteri Tony abbott.

"Dan ini adalah langkah subtantif ke depan bagi transisi Indonesia untuk menjadi demokrasi liberal multi partai yang murni di mana orang dipilih karena manfaat dari kebijakan mereka serta track recornya, bukan semata-mata berdasarkan koneksi elit dan kekayaan," jelasnya. [mel]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Tembok Pertahanan Persib Kunci Sukses Juara Paruh Musim

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:36

Tabur Bunga Dharma Samudera

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:19

Realisasi Investasi DKI Tembus Rp270,9 Triliun Sepanjang 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:59

Pemerintah Tidak Perlu Dibela

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:40

SP3 Eggi Sudjana Banjir Komentar Nyinyir Warganet

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:12

TNI AL Bentuk X Point UMKM Genjot Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:49

Perkara Ijazah Palsu Jokowi jadi Laboratorium Nasional di Bidang Hukum

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:27

Trump Resmikan Dewan Perdamaian Gaza Bergaya Kolonial

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:01

TNI Boleh Urus Terorisme sebagai Kelanjutan Polri

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:45

Politikus PKB Minta Jangan Ada Paranoid soal Pilkada Via DPRD

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:20

Selengkapnya