Berita

kelompok militan boko haram/net

Dunia

Nigeria dan Boko Haram Sepakat Gencatan Senjata, Ratusan Gadis Sekolah Segera Bebas

SABTU, 18 OKTOBER 2014 | 13:22 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Nigeria dan kelompok militan Boko Haram dikabarkan berhasil mencapai perjanjian gencatan senjata dan sepakat untuk membebaskan lebih dari 200 gadis sekolah yang diculik dari daerah Chibok April lalu.

Kepala sekretaris Presiden Nigeria Goodluck Jonathan, Hassan Tukur  menyebut bahwa perjanjian itu dibuat pada Kamis malam (16/10) setelah satu bulan negosiasi dengan perwakilan Boko Haram.

"Kami telah menyepakati pembebasan anak sekolah Chibok dan kami berharap untuk menyimpulkan pada pertemuan berikutnya dengan perwakilan kelompok pekan depan di Chad," kata Tukur dikabarkan CNN (Jumat, 16/10).


Namun belum dirilis lebih lanjut detil soal kapan, di mana, dan bagaimana pembebasan para gadis sekolah akan dilakukan.

Tukur menjelaskan bahwa pejabat nigeria bertemu dengan perwakilan Boko Haram di Chad selama dua kali dengan mediasi presiden Chad Idriss Deby.

"Kelompok ini telah menunjukkan kesediaan untuk mematuhi perjanjian yang ditunjukkan dengan merilis sandera asal Tiongkok dan Kamerun beberapa hari lalu," kata Tukur.

Boko Haram yang bila diartikan bermakna "pendidikan barat adalah dosa" itu merupakan kelompok militan yang berupaya mendirikan negara Islam dan menerapkan hukum syariah secara keras.

Kelompok yang didirikan 12 tahun lalu oleh Mohammed Yusuf itu melancarkan aksi anarki terhadap warga sipil di Nigeria dan wilayah perbatasan.

Salah satu aksi yang menjadi sorotan dunia adalah ketika Boko Haram menculik lebih dari 250 gadis dari sekolahnya di wilayah Chibok pertengahan April lalu. Aksi tersebut mendapat kecaman dari seluruh dunia. Setidaknya hal itu terlihat dari kampanye #BringBacksOurGirls yang disuarakan oleh sejumlah tokoh internasional melalui sosial media.

Kendati puluhan gadis itu telah ada yang berhasil melarikan diri dari penculikan, namun masih ada lebih dari 200 gadis yang berada di tangan Boko Haram. [mel]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Tembok Pertahanan Persib Kunci Sukses Juara Paruh Musim

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:36

Tabur Bunga Dharma Samudera

Sabtu, 17 Januari 2026 | 03:19

Realisasi Investasi DKI Tembus Rp270,9 Triliun Sepanjang 2025

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:59

Pemerintah Tidak Perlu Dibela

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:40

SP3 Eggi Sudjana Banjir Komentar Nyinyir Warganet

Sabtu, 17 Januari 2026 | 02:12

TNI AL Bentuk X Point UMKM Genjot Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:49

Perkara Ijazah Palsu Jokowi jadi Laboratorium Nasional di Bidang Hukum

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:27

Trump Resmikan Dewan Perdamaian Gaza Bergaya Kolonial

Sabtu, 17 Januari 2026 | 01:01

TNI Boleh Urus Terorisme sebagai Kelanjutan Polri

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:45

Politikus PKB Minta Jangan Ada Paranoid soal Pilkada Via DPRD

Sabtu, 17 Januari 2026 | 00:20

Selengkapnya