Berita

Yudi Widiana Adia/net

PKS Berharap Jokowi-JK Selesaikan Persoalan Lahan Pertanian

JUMAT, 17 OKTOBER 2014 | 06:45 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) adalah momen penting untuk mengevaluasi seberapa kuat ketahanan pangan nasional dalam menghadapi beragam tantangan yang ada baik dalam skala nasional maupun global. Strategi pembangunan pertanian bioindustri 2015-2045 atau industri berbasis pertanian yang dicanangkan pemerintah dinilai tepat mengantisipasi lonjakan kebutuhan pangan dan energi yang begitu tinggi.

Anggota DPR RI Fraksi PKS Yudi Widiana Adia mengatakan, dalam rentang 30 tahun ke depan, penduduk dunia akan berjumlah 9 miliar orang dan akan terjadi lonjakan kebutuhan pangan dan energi sebesar 60-70 persen dari saat ini. Oleh karena itu dibutuhkan percepatan dalam produksi pangan dan bioenergi sebagai alternatif energi terbarukan yang paling strategis bagi Indonesia.

"Kita harus meningkatkan produksi pangan dengan cara cerdas tanpa merusak sumber daya alam. Kuncinya ada pada penguasaan dan pengembangan teknologi," tegas Yudi dalam keterangannya, Jumat (17/10).


Lebih lanjut wakil rakyat dapil Jawa Barat IV ini mengatakan, pembangunan pertanian Indonesia saat ini dan ke depan menghadapi tiga tantangan besar yakni tuntutan agar kebutuhan pangan nasional tercukupi dengan cara swasembada, tuntutan peningkatan pendapatan penghasilan petani, dan terjangkaunya harga pangan oleh 243 juta penduduk Indonesia.

Pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Jokowi-JK dituntut untuk mewujudkan swasembada berkelanjutan dan peningkatan produksi jauh lebih tinggi lagi dari produksi saat ini. Pekerjaan rumah yang juga belum selesai adalah upaya diversifikasi pangan dengan penguatan sumber daya pangan lokal, peningkatan nilai tambah dan daya saing produk pertanian, serta peningkatan kesejahteraan petani.

"Menghadapi pasar bebas Asia Tenggara atau Masyarakat Ekonomi Asean, membuat pencapaian hal itu menjadi makin urgent dan strategis bagi masa depan pangan dan energi nasional," tutur Politisi PKS ini.

Semakin kuatnya posisi industri pangan global dalam sistem perdagangan pangan dunia bisa menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan nasional. Daya saing produk pertanian Indonesia hanya bisa kuat jika kita mampu mencapai efisiensi produksi dan tercapainya skala ekonomi agar produk pangan bisa dijual dengan harga kompetitif.

Namun upaya tersebut memerlukan ketegasan pemerintah terkait penyediaan lahan pertanian, khususnya pangan yang saat ini makin tergerus akibat alih fungsi lahan ke aktivitas non pertanian.

"Semoga pemerintahan Jokowi-JK mampu menyelesaikan persoalan lahan pertanian, pekerjaan rumah yang ditinggalkan pemerintahan SBY-Boediono. DPR Siap mendukung program-program penguatan ketahanan pangan nasional melalui pembangunan pertanian yang pro rakyat, pro petani," demikian Yudi. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya