Berita

Dmitry Medvedev/net

Dunia

PM Rusia: Obama Menderita Semacam Kelainan Mental

KAMIS, 16 OKTOBER 2014 | 04:01 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Perdana Menteri Rusia, Dmitry Medvedev, menyebut Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, sebagai penderita "kelainan mental" karena Obama menyebut Rusia sebagai ancaman global terbesar setelah wabah Ebola dalam pidatonya di Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa pada 24 September lalu.

"Ini menyedihkan mendengar Presiden Obama mengatakan dalam pidato di PBB bahwa ancaman dan tantangan yang dihadapi umat manusia, dalam urutan tertentu adalah virus Ebola, Federasi Rusia, dan kemudian Negara Islam (ISIS)," kata Medvedev dalam sebuah wawancara yang ditayangkan CNBC pada Rabu (15/10).

"Saya tidak mau meresponsnya. Ini menyedihkan. Ini semacam kelainan mental," sebutnya menyentil Obama.


Medvedev mengatakan itu di tengah tanggapannya atas pertanyaan apakah akan ada kemungkinan untuk memperbaiki hubungan antara Washington dan Moskow setelah kebuntuan panjang dalam isu otonomi Ukraina.

Dalam isu itu, AS telah menjatuhkan sanksi keuangan, pertahanan, minyak serta sektor gas. Sementara Rusia telah melarang semua impor daging, ikan dan susu dari AS dan Uni Eropa.

"Melakukannya sekarang, di tengah sanksi, akan benar-benar mustahil," tegas Medvedev, dilansir washingtonpost.com.

Sementara itu, pejabat Uni Eropa telah mengatakan bahwa pihaknya akan meninjau ulang sanksi terhadap Rusia pada akhir Oktober. Sedangkan Obama mengatakan pada bulan lalu bahwa sanksi atas Rusia bisa saja ditarik dengan catatan Rusia mendukung kesepakatan gencatan senjata di Ukraina. [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Kapal-kapal yang Tertinggal

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:55

Teriakan ‘Bapak Aing’ Sambut Kirab Milangkala Tatar Sunda

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:36

Kebahagiaan Mahasiswa Baru

Sabtu, 09 Mei 2026 | 05:20

Pemerintah Mestinya Terbuka soal Harga Keekonomian BBM Bersubsidi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:59

Nelayan Tradisional Soroti Tiga Isu Mendesak Masyarakat Pesisir

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:45

ASEAN dan Tantangan Ketahanan Energi Kawasan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 04:25

Eks Wakapolda Sulsel Jabat Kapolda Sulteng

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:59

KIOTEC Kunjungi Korsel Perkuat Kapasitas SDM Kelautan

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:40

Meritokrasi dan Integritas dalam Promosi Perwira Tinggi TNI-Polri

Sabtu, 09 Mei 2026 | 03:28

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya