Berita

ken tsang digiring petugas polisi/bbc

Dunia

Kepolisian Hong Kong Pecat Anggotanya yang Menganiaya Demonstran

KAMIS, 16 OKTOBER 2014 | 03:00 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kepolisian Hong Kong sedang menyelidiki kasus kekerasan yang dilakukan anggotanya ketika meringkus demonstran pro-demokrasi.

Pada hari Rabu (15/10), TV lokal menayangkan adegan petugas keamanan menganiaya seorang demonstran yang diborgol di tengah bentrokan terburuk sejak demonstrasi jalanan mulai bulan lalu.

Insiden kekerasan terjadi saat polisi membersihkan kawasan gedung-gedung pemerintah dari kerumunan demonstran. Polisi menggunakan semprotan merica dan pentungan untuk mengusir pengunjuk rasa dari Lung Wo Road. Petugas juga menangkap 45 orang atas tuduhan melanggar hukum dan menghalangi polisi dalam tugas.


Jaringan TV lokal, TVB, menayangkan rekaman yang menunjukkan sekelompok petugas keamanan berpakaian bebas menyeret seorang demonstran yang sedang diborgol dan tidak bersenjata.

Para petugas keamanan kemudian menyerang sang demonstran, menendang dan memukulinya selama beberapa menit.

Demonstran itu diketahui belakangan bernama Ken Tsang, seorang pekerja sosial dan anggota dari partai oposisi pemerintah. Dia harus mendapat perawatan di rumah sakit akibat aksi kekerasan aparat keamanan itu.

Pengacara Tsang, Dennis Kwok, mengatakan kepada BBC bahwa kliennya mengalami luka serius. Sementara itu, pemukulan terus berlanjut saat kliennya berada dalam tahanan kepolisian.

"Setelah mereka membawanya ke pojok itu, mereka memukulnya, mereka mendorongnya ke lantai dan mereka berulang kali menendang selama sekitar empat menit. Dan kemudian, ketika ia dibawa ke kantor polisi, ia disiksa lagi oleh petugas polisi," terang Dennis

Sekretaris Keamanan Hong Kong, Lai Tung-kwok, mengungkapkan keprihatinan mendalam setelah melihat bukti rekaman yang menunjukkan polisi menggunakan "kekuatan yang tidak pantas" terhadap orang yang ditangkap.

Ia mengatakan petugas yang terlihat pada video akan dipecat dari tugas mereka saat ini, dan setelah itu penyelidikan akan dilakukan.

Dalam perkembangan terpisah, situs berita BBC berbahasa Inggris telah diblokir di seluruh negeri Tiongkok. Namun, tidak jelas apakah pemblokiran itu terkait dengan situasi keaamanan Hong Kong. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya