Berita

Rendy Lamadjido

Bau Kecurangan, Anggota DPR Minta Proyek Setrum Bandara Dievaluasi

SENIN, 13 OKTOBER 2014 | 20:25 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Dipastikan, proyek peningkatan kapasitas dan jaringan listrik (PKJL) Bandara Soekarno-Hatta senilai Rp 920 miliar tetap berjalan tahun ini. Sebab, penambahan jaringan kelistrikan merupakan bagian dari program utama AP II dalam pengembangan bandara.

Head of auction PT Angkasa Pura II, Agus Haryadi, mengatakan, saat ini ada 4 BUMN Konstruksi yang lolos,  dari total 8 peserta yang ikut tender dalam proyek kelistrikan. Ia memastikan pihaknya melibatkan lembaga BPK dan BPKP untuk mengaudit pelaksanaan proyek ini, menanggapi isu patgulipat alias kecurangan dalam tender kelistrikan bandara.  

Agus menjamin, pelaksanaan proyek kelistrikan ini dilakukan secara transparan dan sesuai aturan yang ada. Termasuk tim indepeden yang dibentuk perusahaan untuk menilai kualitas para peserta tender. Tim independen ini diambil dari berbagai universitas seperti UI, ITB, ITS dan internal AP II untuk menyeleksi para peserta tender tersebut.


Sementara itu, suara dari kalangan Dewan di Senayan tetap meminta proses tender proyek peningkatan kapasitas dan jaringan listrik (PKJL) Bandara dievaluasi.

Anggota Komisi V DPR yang membidangi transportasi dan perhubungan, Rendy Lamadjido, mengingatkan Angkasa Pura II untuk tidak gegabah dalam melakukan tender proyek bernilai Rp 920 miliar itu.

"Kami akan panggil Dirut untuk menjelaskan masalah ini. Sebaiknya harus dievaluasi ulang prosesnya. Saya dengar banyak yang tidak beres dan menyalahi prosedur,’’ ungkapnya Rendy dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (13/10).

Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini resah dengan kabar santer yang menyebutkan patgulipat dalam proyek kelistrikan guna memenangkan salah satu peserta tender.

"Sebagai mitra kerja, kami ingatkan agar  AP II tidak gegabah. Jangan sampai hanya gara-gara ini, masuk KPK. Karena AP I baru saja kena kasus Damkar," ucapnya mewanti-wanti. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

TNI Siap Turunkan Penerjun Khusus Padamkan Api Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:50

KDKMP Upaya Merebut Kedaulatan Rakyat Atas Pasar

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:34

Pemerintah Kembali Kirim Bantuan ke NTT dan Kalimantan, dari Logistik hingga 500 Mesin Pompa Air

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:30

Sri Purwanti Bangun Bisnis Kuliner Halal Citarasa Nusantara di Taiwan

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:26

Rupiah Melemah, Sanksi Baru AS ke Iran jadi Biang Kerok

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:13

Prabowo Dorong Uji Coba Ubi Bombing untuk Atasi Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:43

El Nino Sangat Kuat, Jangan Bakar Lahan untuk Land Clearing

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:42

Rumor 62,2 Persen Saham BYAN Warning bagi Pasar Modal

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Pencemaran Berulang, DPR Desak Sumber Limbah Pencemar Kali Bekasi Diusut

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Bioskop Jaksinema Hadir di Pasar Rumput, Tiket Cuma Rp15 Ribu

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:28

Selengkapnya